Respons Mengejutkan Eliano Reijnders Soal Ucapan Jeje, Padahal Bojan Hodak sampai Marah Besar
Winger Persib Bandung dan Timnas Indonesia, Eliano Reijnders, memilih untuk tetap tenang di tengah panasnya isu yang dilontarkan mantan penerjemah Shin Tae-yong, Jeong Seok-seo.
Nama Reijnders belakangan jadi perbincangan usai Jeong, yang akrab disapa Jeje mengungkap dalam sebuah podcast bahwa Shin Tae-yong sempat menyesal memainkan sang pemain. Pernyataan itu pun langsung menuai reaksi keras dari publik sepak bola nasional.
Padahal, dari tujuh penampilan Reijnders bersama Timnas Indonesia, hanya satu yang terjadi di era Shin Tae-yong. Tak heran, komentar Jeje dianggap tak pantas dan menyinggung pemain yang kini tampil konsisten bersama Persib.
Meski Jeje sudah meminta maaf melalui kanal pribadinya, ucapannya terlanjur menyebar dan menuai sorotan.
Pelatih Persib, Bojan Hodak, bahkan ikut angkat suara dan menilai komentar sang penerjemah sudah kelewatan.
“Saya baca ada penerjemah yang bicara hal tidak benar atau omong kosong tentang dia. Eliano pemain serbabisa dan selalu tampil bagus,” ujar Hodak.
“Beberapa orang sebaiknya fokus pada pekerjaan mereka, yaitu menerjemahkan. Bicara soal sepak bola biarkan untuk ahlinya, bukan penerjemah,” tegas pelatih asal Kroasia itu.
Berbeda dengan sang pelatih yang naik pitam, Reijnders justru memilih untuk tidak terpancing emosi. Pemain berusia 25 tahun itu menegaskan dirinya tak ingin memperpanjang masalah.
“Saya tidak mau berbicara apa pun mengenai itu. Saya hanya ingin menunjukkan diri saya sendiri dan fokus untuk Persib,” ujar Reijnders, Kamis 30 Oktober 2025.
“Apa yang terjadi sekarang, saya tidak peduli,” tambahnya.
Sikap tenang Reijnders sejalan dengan performanya yang terus meningkat bersama Persib. Sejak bergabung, produk akademi PEC Zwolle itu sudah tampil dalam delapan pertandingan di semua ajang, dengan catatan lima kemenangan, satu imbang, dan satu kekalahan.
Menariknya, saat dimainkan sebagai bek kanan maupun kiri, ia berhasil membawa tim mencatat lima clean sheet.
Dengan performa impresif itu, Eliano tampaknya lebih memilih membalas kritik lewat aksi di lapangan, bukan lewat kata-kata.