Pramono soal Usulan Tarif JakLingko Tak Lagi Gratis: Kami Pertimbangkan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota DKI Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota DKI Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung angkat bicara soal usulan masyarakat terkait pengenaan tarif untuk Mikrotrans atau JakLingko agar tidak lagi Rp0 atau gratis.

Pramono mengatakan pihaknya akan mempertimbangkan usulan tarif JakLingko tersebut.

“Jadi, kadang kala, kita kasih gratis pun salah. Tapi nggak apa-apa, masukan itu akan kami pertimbangkan,” ucap Pramono kepada wartawan, dikutip Jumat, 31 Oktober 2025.

Di sisi lain, Pramono juga menyadari banyaknya keluhan masyarakat terkait pelayanan JakLingko. Mulai dari pengemudi yang ugal-ugalan, tidak ramah kepada penumpang, hingga membawa keluarga ikut bekerja.

Atas keluhan tersebut, masyarakat pun mengusulkan agar sebaiknya JakLingko yang sebelumnya gratis, kini dikenai tarif.

Dengan begitu, diharapkan pengemudi atau sopir JakLingko tak lagi berlaku seenaknya karena kerap membuat penumpang tak nyaman.

“Memang, Mikrotrans ini, kami juga nggak mau seakan-akan sekarang menjadi milik pribadi. Di lapangan seperti itu. Nyetir bawa keluarganya, anaknya ada di sampingnya. Nggak boleh terjadi, tetap harus bekerja profesional,” tutur Pramono.

Selain JakLingko, Pramono menyebutkan saat ini pihaknya juga tengah mengkaji besaran kenaikan tarif Transjakarta. Belum diketahui secara pasti berapa tarif baru tersebut, namun dia memastikan kenaikan tarif akan terjadi. 

Diketahui, saat ini beban subsidi yang ditanggung Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI terhadap tarif Transjakarta cukup besar. 

Pemerintah, katanya, harus menanggung subsidi hingga Rp9.700 per tiket.

Kondisi ini kian terasa berat mengingat dana bagi hasil (DBH) dari pemerintah pusat untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pada 2026 dipangkas hingga Rp15 triliun.

“Kami sedang memfinalkan untuk itu. Sebenarnya di tarif yang lama pun, kami sudah memberikan subsidi per tiket Rp9.700. Kan terlalu berat, kalau terus-menerus seperti itu apalagi DBH-nya dipotong,” kata Pramono.

Terlebih lagi, Pramono juga sempat mengklaim bahwa sebagian besar tarif transportasi umum di Jakarta merupakan yang paling murah dibandingkan dengan daerah lainnya. (Ant)