Penyebab Apa yang Membuat Orang Memilih Untuk Selingkuh?
Kasus perselingkuhan terutama di Kalangan publik figur kembali menyita perhatian publik. Salah satu yang ramai menjadi sorotan adalah isu dugaan perselingkuhan selebgram Julia Prastini atau dikenal Jule. Istri dari konten kreator asal Korea Selatan, Na Daehoon ini diduga berselingkuh dengan petinju bernama Safrie Ramadhan.
Isu perselingkuhan sendiri memang lengkat di kehidupan masyarakat. Bagi mereka yang tak tahan dengan godaan bisa terjerumus di lingkaran setan tersebut.
Berbicara mengenai perselingkuhan, banyak pertanyaan di masyarakat bagaimana perselingkuhan itu bisa terjadi? Pertanyaan ini sempat dibahas oleh Relationship coach, Lex Depraxis dalam tayangan YouTube Cherryl Hatumesen. Disebut oleh Lex bahwa sebenarnya orang yang selingkuh tidak diawali niat untuk selingkuh.
“Orang yang selingkuh tidak diawali niat untuk selingkuh. Si laki-laki atau perempuan di rumahnya tidak bisa jadi dirinya, enggak bisa ngobrol, enggak bisa cerita tentang passionnya dia,” kata dia dikutip dari tayangan YouTube Cherryl Hatumesen.
Lex juga mengungkap awal permulaan dari perselingkuhan. Disebutnya bahwa awalnya pelaku perselingkuhan ingin bercerita tentang dirinya yang tidak bisa diungkapkannya ke pasangannya di rumah kepada orang lain.
” Jadi awalnya gue cuman curhat, gue cuman pengen bercandaan tentang impian gue, gue cuman pengen ngeluh, gue cuman pengen bersimulasi masa depan. Jadi enggak ada hubungannya dengan gue ingin membina keintiman. Jadi awalnya cuman bersahabat kayak misalnya di kantor, ingin bangun tim, pengen mentoring, pengen coaching anak baru, awalnya niatannya murni, cuman mau dapat benefit selain cinta,” kata dia.
Seiring dengan berjalannya waktu, muncul rasa nyaman atau sesuatu yang tidak dia temukan di rumah ditemukannya dari orang lain di luar rumah. Saat itulah percikan perselingkuhan dimulai.
“Di titik ini mulai blur linenya. Di awal-awal orang yang selingkuh ini kayak 'oh gue enggak selingkuh kok, gue enggak mau sama dia. Oh jelas istri gue di rumah cantik, suami gue lebih baik'. Tapi tiap kali ngobrol sesuatu deeptalk sama yang itu melulu, sampai satu saat mungkin di trigger sama teman-temannya 'eh kalian dekat ya' hingga akhirnya kok kita ada di sini, nah mumpung kita ada di sini,” kata dia.
Lex mengatakan bahwa perselingkuhan itu tidak awali dengan niatan melainkan investasi perasaan yang berkelanjutan seseorang.
“Makanya selingkuh itu pada waktunya bukan karena niatan, tapi karena investasi yang berkelanjutan .Jadi cinta itu hasil investasi, semakin kita berinvestasi ke satu objek atau subjek. Perlahan-lahan kita melekat sama orang itu, di satu titik persahabatan itu berubah jadi keintiman, perlahan bergeser jadi sesuatu yang lebih serius, sesuatu yang lebih menggairahkan dibanding yang di rumah,” kata dia.