Rhoma Irama Murka Pesantren Dituding Feodal dan Perbudak Santri: Namanya Akhlakul Karimah

Raja dangdut Rhoma Irama
Raja dangdut Rhoma Irama

 Raja dangdut Rhoma Irama melontarkan kritik keras terhadap salah satu program televisi nasional yang dinilainya menampilkan pesantren dalam citra negatif. Menurutnya, tayangan tersebut tidak hanya menyesatkan, tetapi juga berpotensi menurunkan martabat lembaga pendidikan Islam dan para kiai.

Dalam unggahan di kanal YouTube pribadinya, lewat program “Bisikan Rhoma”, musisi legendaris berusia 78 tahun itu mengungkapkan kekecewaannya terhadap pemberitaan yang sedang viral. Scroll untuk tahu info lengkapnya, yuk!

“Yang lagi viral sekarang ini, adanya pemberitaan dari salah satu media mainstream televisi nasional,” ujar Rhoma, dikutip Senin 20 Oktober 2025. 

Ia menilai program tersebut menggambarkan kehidupan pesantren dengan cara yang tidak adil. Beberapa isu yang diangkat, lanjutnya, justru menciptakan kesalahpahaman publik.

“Misalnya isunya begini, bahwa kiai itu harus disembah. Kemudian santri itu seperti budak. Dia bekerja tanpa dibayar,” ungkap ayah dari Ridho Rhoma itu.

Rhoma menolak keras narasi tersebut dan menegaskan bahwa apa yang terjadi di pesantren sama sekali bukan bentuk feodalisme. Menurutnya, perilaku hormat santri terhadap kiai adalah perwujudan akhlakul karimah, atau akhlak mulia yang menjadi bagian penting dari pendidikan Islam.

“Sementara yang terjadi di dalam pesantren itu bukan feodalisme, tetapi apa pun yang dilakukan santri kepada kiainya itu bersifat atau bernama akhlakul karimah,” tegasnya.

Rhoma pun menyerukan agar media lebih berhati-hati dalam menyajikan informasi mengenai pesantren, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.

“Citra pesantren itu jangan dirusak dengan narasi-narasi seperti ini,” ujarnya dengan nada kecewa.