PSSI Cari Pengganti Kluivert: Akankah Louis van Gaal Mengisi Posisi Pelatih?
Posisi pelatih Timnas Indonesia saat ini kosong setelah Patrick Kluivert dan PSSI sepakat mengakhiri kerja sama pada Kamis (16/10/2025).
Kegagalan Tim Garuda untuk melaju ke putaran final Kualifikasi Piala Dunia 2026 menjadi alasan utama perpisahan tersebut.
Meski begitu, PSSI belum memutuskan siapa pengganti Kluivert.
Van Gaal Siap Mengumumkan Keputusan Penting
Di tengah ketidakpastian ini, kabar terbaru menyebutkan bahwa Louis van Gaal, pelatih legendaris asal Belanda, akan menggelar konferensi pers pada Senin (20/10/2025) waktu setempat.
Media internasional, 433, melaporkan bahwa pengumuman tersebut bisa jadi terkait dengan kemungkinan Van Gaal menjadi pelatih Timnas Indonesia.
Rumor tentang Van Gaal dan Posisi Direktur Teknik
Sebelumnya, pada awal 2025, Van Gaal sempat dirumorkan akan mengisi posisi Direktur Teknik Timnas Indonesia.
Namun, rumor tersebut tidak terwujud, seperti yang disampaikan oleh Ruud Gullit. "Saya juga bertanya apakah Van Gaal akan menjadi direktur teknik. Jawaban singkatnya: Tidak," ujar Gullit.
Gullit menambahkan bahwa Van Gaal lebih baik menikmati perannya sebagai penasihat di Ajax daripada melakukan tugas yang memerlukan perjalanan panjang, seperti menjadi Direktur Teknik.
“Sebagai seorang direktur teknik, Anda harus melakukan perjalanan, Anda harus memantau pemain ke berbagai daerah," lanjut Gullit.
“Louis tidak menginginkan hal itu. Louis telah menunjukkan cukup banyak hal dalam kariernya. Dia sekarang harus menikmati hidupnya dan keluarganya,” tambahnya.
Pengalaman Van Gaal di Dunia Sepak Bola
Louis van Gaal, 74 tahun, memiliki segudang pengalaman melatih klub-klub besar Eropa seperti Barcelona, Bayern Muenchen, dan Manchester United.
Selain itu, Van Gaal juga pernah melatih Timnas Belanda tiga kali, dengan prestasi terbaiknya meraih peringkat ketiga di Piala Dunia 2014.
Namun, salah satu momen yang paling dikenang adalah saat Van Gaal memimpin Belanda menghadapi Argentina di perempat final Piala Dunia 2022.
Van Gaal terlibat ketegangan dengan Lionel Messi menjelang pertandingan, yang memicu emosi Messi.
Raut muka Messi menunjukkan kemarahan, bahkan ia sempat menegur Van Gaal di pinggir lapangan.
Messi dan Van Gaal: Perseteruan di Piala Dunia 2022
Pertandingan tersebut berakhir dengan kemenangan Argentina melalui adu penalti setelah skor 2-2 di waktu normal dan perpanjangan waktu.
Messi kemudian merayakan golnya dengan gaya Topo Gigio, terinspirasi oleh legenda Argentina, Roman Riquelme.
Beberapa bulan setelahnya, Messi menyatakan penyesalan atas tindakannya dan meminta maaf kepada pihak-pihak yang merasa dirugikan.
Pentingnya Perencanaan Matang dalam Memilih Pelatih Baru
Menanggapi keputusan PSSI untuk mencari pelatih baru, pengamat sepak bola Weshley Hutagalung menegaskan bahwa pemilihan pelatih tidak boleh dilakukan secara terburu-buru.
Menurutnya, arah yang jelas harus ditentukan terlebih dahulu, terutama terkait dengan visi dan perencanaan PSSI ke depan.
“Kita harus melihat rancangan besar dan gambaran perencanaan PSSI. Saat ini, di PSSI ada Direktur Teknik dan Penasihat Teknik,” ujar Weshley.
Ia juga mengingatkan pentingnya menyusun rencana kerja yang jelas mengenai pembangunan sepak bola Indonesia.
Jika target PSSI adalah Piala Dunia 2030, maka perencanaan tersebut harus mencakup apakah akan melanjutkan program yang ada atau mencari gaya bermain baru.
Faktor Finansial dan Proses Pemilihan Pelatih
Weshley Hutagalung juga mengingatkan bahwa pemilihan pelatih baru harus melalui proses yang matang dan menjadi kebijakan bersama di PSSI.
Faktor kekuatan finansial PSSI juga akan sangat memengaruhi siapa yang akan dipilih untuk menggantikan Patrick Kluivert.
Sebagian artikel telah tayang di .
.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.