Kata Hodak Soal Perbedaan Cara Bermain Beckham di Persib dan Timnas
Pemain Persib Bandung, Beckham Putra, tampil jadi pembeda setelah dirinya masuk di babak kedua saat mengalahkan PSBS Biak di pekan kesembilan Super League 2025-2026.
Hasil Super League 2025-2026, PSBS vs Persib berkesudahan dengan kemenangan 3-0 bagi Maung Bandung pada Jumat (17/10/2025) di Stadion Maguwoharjo, Sleman.
Lini sayap Persib menjadi lebih hidup, menusuk, mengancam lawan ketika Beckham Putra ditempatkan di posisi sayap kiri.
Performa Beckham seperti itu tak terlihat ketika ia bermain di Timnas Indonesia di posisi yang sama pada ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia melawan Arab Saudi.
Pelatih Persib Bojan Hodak memberikan pembelaan untuk pemain kuncinya tersebut, ia memaparkan jika level yang dimainkan Beckham berbeda.
Saat Beckham membela Timnas Indonesia pekan lalu, ia harus menghadapi Arab Saudi yang akhirnya pergi ke Piala Dunia 2026, level kompetisi tertinggi di dunia.
“Ini adalah level berbeda. Level yang mereka hadapi (di Timnas) adalah melawan tim yang akan bermain di Piala Dunia. Jadi, itu adalah level tertinggi di dunia,” papar Hodak.
Sementara Beckham adalah pemain berusia 23 tahun yang masih perlu diasah dan membutuhkan banyak pertandingan dengan level tertinggi di dunia.
“Terkadang Beckham masih muda. Terkadang, dia membutuhkan laga, pertandingan yang kuat, untuk beradaptasi di tingkat yang lebih tinggi,” terang Hodak.
Pelatih asal Kroasia ini sudah menangani Persib di musim ketiga, ia tahu bagaimana perkembangan Beckham dan akan terus meningkat semakin usianya yang bertambah mapan. “Di sini, saya senang dengannya,” kesan Hodak.
Perbedaan Level Liga Domestik dan Internasional
Pemain timnas indonesia Beckham Putra melewati pemain Taiwan saat laga FIFA Matchday yang berakhir dengan skor 6-0 berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Jawa Timur, Jumat (5/9/2025) malam.
Bahkan Hodak juga senang dengan apa yang ditunjukkan winger Persib lainnya Saddil Ramdani dan Uilliam Barros.
Para pemain yang punya kapasitas membawa Maung Bandung terus lebih baik dari satu laga ke laga lainnya.
“Saya senang dengan Sadil. Saya senang dengan Baros. Siapa pun yang bermain di posisi ini (wing kiri) saya senang dengan mereka,” ucap Hodak.
“Setiap permainannya bagus. Setiap pertandingan sangat mengesankan,” sebutnya.
Sekali lagi pelatih 54 tahun itu menilai setiap kompetisi yang dimainkan Persib punya level berbeda.
“Ini hanya level, hal sama ketika kami pergi dan bermain di ACL. Levelnya terlihat lebih tinggi. Bangkok United lawan kami di sana bermain jauh lebih cepat, jauh lebih intens,” urainya.
“Jadi, ketika kami datang dan bermain di liga domestik, itu terlihat mudah. Ini yang terjadi saat bermain di level internasional dan ini bagus untuk Indonesia karena semua klub ingin bermain di level internasional, dengan begitu semua bisa berkembang,” bebernya.