Deretan Kontroversi Kasus Patrick Kluivert yang Resmi Dipecat, Begini Kabar Terbarunya!
Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) resmi mengumumkan pengakhiran kerja sama dengan pelatih kepala Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, pada Kamis (16/10). Keputusan ini diambil setelah serangkaian hasil negatif dan kritik tajam terhadap performa tim nasional di bawah asuhan mantan bintang Barcelona tersebut.
"Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dan Tim Kepelatihan Tim Nasional Indonesia secara resmi menyepakati pengakhiran kerja sama lebih awal melalui mekanisme mutual termination," tulis pernyataan resmi PSSI.
Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert
Adanya kejadian tersebut tentu menjadi kontroversi di sepak bolah Tanah Air. Lantas, kontroversi apa saja yang dimiliki Patrick Kluivert? Berikut VIVA rangkum Jum'at, 17 Oktober 2025, ada deretan kontroversi kasus Patrick Kluivert yang resmi dipecat, intip kabar terbarunya!
1. Awal yang Penuh Harapan, Berakhir dengan Kekecewaan
Kluivert ditunjuk sebagai pelatih Timnas Indonesia pada Januari 2025 dengan kontrak hingga tahun 2027. Ia datang dengan reputasi besar sebagai mantan pemain top Eropa dan pengalaman melatih sejumlah klub serta tim nasional muda Belanda.
Awalnya, publik menaruh harapan tinggi terhadap pelatih berusia 49 tahun itu. Ia dianggap mampu membawa nuansa baru dalam strategi dan mentalitas pemain. Namun, perjalanan Kluivert tidak berjalan mulus. Dari 8 pertandingan resmi yang dijalani Indonesia di bawah kepemimpinannya, skuad Garuda hanya mampu meraih 3 kemenangan, 1 hasil imbang, dan 4 kekalahan.
2. Deretan Blunder yang Jadi Sorotan
Kinerja Kluivert mulai dipertanyakan sejak Timnas Indonesia tampil di babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Kekalahan beruntun dari Irak (0–1) dan Arab Saudi (2–3) membuat posisi Indonesia semakin sulit untuk lolos.
Media nasional menyoroti beberapa kesalahan fatal yang berujung pada evaluasi keras dari publik dan internal PSSI:
Kluivert kerap mengubah skema permainan dari 3-4-3 ke 4-2-3-1 tanpa alasan yang jelas. Perubahan mendadak itu membuat pemain kesulitan beradaptasi di lapangan.
Dalam laga melawan Arab Saudi, Indonesia dinilai terlalu terbuka dan gagal menjaga kedisiplinan lini belakang. Gol-gol lawan datang akibat kelengahan dan miskomunikasi antar pemain bertahan.
Tak hanya itu, Kluivert juga dikritik karena gagal membaca karakter permainan lawan dan kondisi lapangan. Beberapa analis menyebutnya terlalu kaku dalam menerapkan taktik ala Eropa, yang kurang cocok untuk pemain Asia Tenggara.
3. Tekanan Publik dan Internal PSSI
Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert
Kinerja buruk tersebut membuat tekanan publik semakin meningkat. Tagar #KluivertOut sempat menjadi trending di media sosial, mencerminkan kekecewaan suporter. Di sisi lain, internal PSSI juga melakukan evaluasi mendalam terhadap hasil pertandingan dan suasana ruang ganti.
PSSI akhirnya memutuskan bahwa perubahan kepemimpinan di kursi pelatih adalah langkah terbaik demi menjaga stabilitas tim menjelang ajang internasional berikutnya.
4. Tanggapan Patrick Kluivert
Kabar perpisahan ini juga mendapat tanggapan langsung dari Patrick Kluivert. Melalui pernyataan singkatnya, mantan bintang Barcelona itu mengaku kecewa gagal membawa Indonesia menorehkan sejarah, namun tetap bangga dengan perjuangan para pemain.
“Meskipun saya sangat kecewa dan menyesal atas fakta bahwa kita tidak berhasil ke Piala Dunia, saya akan selalu bangga dengan apa yang kita bangun bersama,” ujar Kluivert.
Ia juga tak lupa menyampaikan terima kasih kepada para pendukung, pemain, staf pelatih, dan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, yang telah memberikan kepercayaan kepadanya sejak awal masa tugas.
“Saya ingin berterima kasih kepada para penggemar, para pemain, staf saya, dan Pak Erick Thohir untuk perjalanan yang tak terlupakan ini,” lanjutnya.
5. Kabar Terbaru
Baru-baru ini pihak Istana negara meminta PSSI untuk segera cari pelatih baru untuk Timnas Indonesia. Hal itu diungkap oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.
Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert
"Tentunya kami pemerintah menyambut baik keputusan dari PSSI untuk memberhentikan pelatih Patrick Kluivert," kata Prasetyo Hadi.
Meski belum ada pengumuman resmi, sejumlah nama sudah mulai dikaitkan sebagai calon pelatih baru Timnas Indonesia. Banyak publik yang berspekulasi bahwa ada beberapa pengganti yang layak, salah satunya Jesus Casas Garcia.
Pemutusan kerja sama ini menjadi pelajaran penting bagi PSSI dalam memilih pelatih di masa depan. Meski berakhir lebih cepat dari yang direncanakan, kehadiran Patrick Kluivert tetap memberikan pengalaman berharga bagi sepak bola nasional.