Top 9+ Adab Makan Dalam Islam yang Jarang Diketahui, Ternyata Penuh Makna dan Hikmah!
Dalam ajaran Islam, makan bukan hanya aktivitas biologis untuk mengisi perut, tetapi juga sarana untuk menunjukkan rasa syukur dan ketaatan kepada Allah SWT. Setiap suapan yang dilakukan dengan niat dan tata cara yang benar dapat bernilai ibadah.
Karena itu, Islam mengatur secara rinci bagaimana seorang Muslim seharusnya bersikap ketika makan, mulai dari niat, cara duduk, hingga adab setelah makan.
Pandangan ini didukung oleh berbagai hadis sahih yang diriwayatkan dalam Sahih Muslim dan dijelaskan pula oleh para ulama.
Dalam sumber-sumber tersebut, Nabi Muhammad SAW mencontohkan kebiasaan makan yang penuh kesopanan, kebersihan, serta kesadaran spiritual. Semua ini menunjukkan bahwa adab makan bukan hanya sekadar etika sosial, tetapi juga bentuk pengendalian diri dan penghormatan terhadap rezeki yang Allah berikan.
1. Mengucapkan “Bismillah” Sebelum Makan
Rasulullah SAW mengajarkan agar setiap Muslim memulai makan dengan menyebut nama Allah SWT. Ucapan Bismillah menjadi pengingat bahwa segala rezeki berasal dari-Nya. Jika lupa, maka dianjurkan untuk mengucap “Bismillahi fi awwalihi wa akhirihi.”
2. Makan dengan Tangan Kanan
Dalam hadis yang diriwayatkan Sahih Muslim, Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa setan makan dan minum dengan tangan kiri. Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk menggunakan tangan kanan sebagai bentuk ketaatan dan menjaga kebersihan.
3. Makan dari Bagian yang Terdekat
Adab ini mengajarkan kesopanan di meja makan. Rasulullah SAW bersabda, “Wahai anak muda, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari yang dekat denganmu.” (HR. Bukhari dan Muslim). Dengan begitu, seseorang tidak akan mengganggu bagian makanan orang lain.
4. Tidak Meniup atau Mengkritik Makanan
Dijelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW tidak pernah mencela makanan. Jika beliau menyukainya, beliau makan; jika tidak, beliau diam. Selain itu, dilarang meniup makanan atau minuman panas karena dianggap kurang sopan dan tidak higienis.
5. Makan dengan Tiga Jari
Sunnah ini dijelaskan dalam Sahih Muslim, di mana Nabi Muhammad SAW biasa makan dengan tiga jari—ibu jari, telunjuk, dan jari tengah. Hal ini melatih kesederhanaan dan menghindarkan seseorang dari sikap rakus.
6. Menjilat Jari Setelah Makan
Nabi Muhammad SAW menganjurkan umatnya untuk menjilat jari setelah makan karena bisa jadi terdapat keberkahan (barakah) pada sisa makanan tersebut. Tindakan ini juga mencerminkan rasa syukur dan penghormatan terhadap rezeki.
7. Mengambil Makanan yang Jatuh (Setelah Dibersihkan)
Dalam hadis sahih disebutkan, jika ada makanan yang jatuh, hendaknya diambil, dibersihkan dari kotoran, lalu dimakan kembali. Ini menunjukkan bahwa Islam tidak mengajarkan pemborosan, sebagaimana Allah membenci orang yang menyia-nyiakan nikmat.
8. Tidak Berlebihan Saat Makan
Islam mengajarkan keseimbangan, termasuk dalam hal makan. Maka, dianjurkan untuk mengisi sepertiga perut dengan makanan, sepertiga dengan minuman, dan sepertiga dengan udara. Prinsip ini juga sejalan dengan anjuran medis modern untuk menjaga kesehatan pencernaan.
9. Mengucapkan Doa Setelah Makan
Adab terakhir adalah mengucapkan puji syukur kepada Allah SWT setelah selesai makan.
Makna Spiritual di Balik Adab Makan
Jika diperhatikan, seluruh adab makan dalam Islam berakar pada nilai kebersihan, kesederhanaan, dan rasa syukur. Makan bukan sekadar memenuhi kebutuhan tubuh, tetapi juga cara menjaga hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia.
Sikap seperti tidak berlebihan, menghargai makanan, serta berbagi dengan orang lain adalah bentuk nyata dari ihsan atau berbuat baik dengan kesadaran bahwa Allah selalu mengawasi.
Dengan mengamalkan adab-adab ini, setiap hidangan yang Anda santap bukan hanya menjadi sumber energi, tetapi juga menjadi ladang pahala dan bukti rasa syukur atas nikmat yang Allah berikan setiap hari.