Pengamat Usulkan PSSI Mutasi Patrick Kluivert Ketimbang Dipecat
Posisi Patrick Kluivert sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia kian terpojok usai hasil buruk di Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Timnas Indonesia di bawah asuhan Patrick Kluivert tidak berhasil lolos ke Piala Dunia 2026 usai finis juru kunci di Grup B.
Dua kekalahan melawan Arab Saudi (2-3) dan Irak (1-0) membuat langkah Timnas Indonesia harus terhenti dengan hasil 0 poin.
Usai hasil tersebut, Patrick Kluivert ramai disorot hingga publik meminta agar PSSI segera memecat pelatih asal Belanda tersebut.
Akan tetapi, bukan perkara mudah bagi PSSI untuk mengambil keputusan itu mengingat kontrak yang terikat dengan Kluivert masih sangat panjang.
Patrick Kluivert menandatangani kontrak sebagai pelatih Timnas Indonesia hingga 2027 mendatang.
Jika dilakukan pemutusan kontrak, PSSI harus membayar biaya kompensasi yang nominalnya terbilang besar.
Pengamat Usulkan Mutasi
Pengamat sepak bola Akmal Marhali memahami kondisi tersebut dan tak terburu-buru mendesak PSSI memecat Patrick Kluivert.
Dalam keterangannya, Akmal menyebut jika PSSI masih memiliki opsi untuk memindahkan posisi Kluivert sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia.
"Saya kasih solusi untuk PSSI kalau Patrick Kluivert harus diganti, karena vox populi vox dei, suara rakyat adalah suara Tuhan, dorongan rakyat untuk pecat Patrick Kluivert sangat besar," ucap Akmal Marhali dalam wawancara bersama KOMPAS TV, Selasa (14/10/2025).
Menurut Akmal, situasi tersebut sama dengan yang dilakukan Adana Demirspor saat akan memberhentikan Patrick Kluivert dari kursi pelatih kepala.
Menurutnya, Adana tak mau membayar sisa kontrak Kluivert yang nilainya besar dan memilih untuk memutasi di posisi strategis lainnya di klub.
"Jadi solusinya seperti yang pernah dilakukan Adana Demirspor, klub Turkiye di mana ketika dia melepas kontrak Patrick Kluivert, dia tidak dipecat karena harus ada kompensasi besar ketika itu 150 ribu euro per bulan atau sekitar Rp2,3 miliar."
"Akhirnya, Adana menjadikan Patrick Kluivert sebagai Direktur Teknik atau Direktur Timnas sehingga tidak ada pemecatan hanya pengalihan, dan itu dilakukan PSSI kepada Mochi, pelatih Timnas putri," sambungnya.
Rekomendasi Pelatih Pengganti
Akmal Marhali membicarakan calon pengganti Patrick Kluivert jika nantinya benar-benar dipecat.
Menurutnya PSSI perlu mencari pelatih yang bisa membawa level Timnas Indonesia lebih tinggi lagi.
"Cuma permasalahannya sekarang, siapa yang harus menggantikan menurut saya adalah pelatih yang kriterianya bisa mengangkat level permainan timnas kita ke depannya, jangan sampai levelnya menurun," jelasnya.
Pelatih PSM Makassar di Liga 1 2024-2025, Bernardo Tavares.
Lebih lanjut, Akmal juga blak-blakan menyebut inisial ET sebagai salah satu pengganti Kluivert.
"Kalau siapa saya bercanda, kelihatannya ET yang akan menggantikan Patrick Kluivert. ET ini bukan Erick Thohir, tapi Erik Ten Hag," tambahnya.
Rekomendasi lain dari Akmal adalah menggunakan jasa dari mantan pelatih PSM, Bernardo Tavares.
Meurutnya, pengalaman pelatih asal Portugal itu tidak bisa diragukan dan cocok dengan Timnas Indonesia.
"Kalau kemudian mau ambil jalan tengah ya tidak di antara Shin Tae-yon tapi mengambil pelatih yang lain, misal Bernardo Tavares."
"Mungkin akan sangat mudah karena Bernardo Tavares sudah punya pengalaman sabar di sepak bola Indonesia, nggak digaji di klubnya tapi masih bertahan, salah satu mentalitas bagus ceritanya," tambahnya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.