Dari Gigitan ke Dunia Digital
Gentong Ice Cream, yang dikenal dengan inovasi rasa sejak 2007, menghadirkan seri eksklusif Pitari Frosty Pop, es krim berbentuk karakter maskot IGX, Pitari, yang dikemas dalam sistem blindbox gacha.
Setiap pengunjung berkesempatan mendapatkan varian rasa berbeda, mulai dari vanilla, strawberry, cokelat, cotton candy, hingga varian “secret” yang super rare dengan bonus figurine dan keychain.
Namun, yang paling menarik, pengalaman tidak berhenti di gigitan pertama.
Cukup dengan memindai QR code di backdrop booth dan kemasan es krim Gentong, juga brosur serta collectible cards IGX, pengunjung dapat berinteraksi langsung dengan Pitari melalui fitur AR.
Berbeda dari platform AR pada umumnya, Hovarlay menghadirkan sistem yang seamless dan tanpa coding, sehingga merek dapat langsung meluncurkan pengalaman interaktif tanpa aplikasi tambahan.
“AR sebenarnya bukan hal baru, tapi dengan Hovarlay, prosesnya jauh lebih simpel dan efisien. Kami ingin membuka akses agar teknologi ini bisa digunakan siapa saja, bukan hanya merek besar dengan anggaran besar tapi juga UMKM dan kreator lokal,” kata Brian Tay, co-founder Hovarlay.
Menurut Kellyn Limas, direktur kreatif Gentong Ice Cream, ide kolaborasi ini lahir dari semangat untuk menciptakan kebahagiaan lewat pengalaman baru.
“Kita enggak mau cuma jualan es krim, tapi ingin menghadirkan momen yang bikin pelanggan makin happy. Lewat AR dari Hovarlay, pengunjung bisa main, kumpulkan item sampai foto bareng Pitari. Ini semua dari satu scan,” tegasnya.
Kolaborasi ini membuktikan bahwa AR bukan lagi sekadar teknologi futuristik, tapi solusi nyata untuk menghadirkan engagement baru bagi berbagai sektor, dari makanan, hiburan, hingga pemasaran.
“Kolaborasi ini menandai arah baru lintas industri. Ketika kreativitas lokal bertemu teknologi global untuk menciptakan pengalaman yang bukan hanya seru, tapi juga bermakna. Kami ingin menunjukkan bahwa AR bisa hadir di mana saja, bahkan lewat es krim,” jelas Kellyn.