Tak Banyak yang Tahu! 6 Fakta Tubuh Perempuan Ini Bisa Menyelamatkan Hidupmu!

Ilustrasi wanita.
Ilustrasi wanita.

Tubuh perempuan adalah kisah panjang tentang kekuatan, perubahan, dan misteri yang sering disalahpahami. Dari pubertas hingga menopause, tubuh ini terus beradaptasi, namun ironisnya, masih banyak perempuan yang belum sepenuhnya mengenal tubuhnya sendiri.

Dalam bukunya How The Female Body Works, jurnalis Inggris Polly Vernon menggali cerita tubuh perempuan dari kacamata sains dan pengalaman nyata. Ia mewawancarai puluhan pakar medis dan menemukan fakta mengejutkan: selama puluhan tahun, tubuh perempuan nyaris tak dilibatkan dalam riset medis.

“Tubuh perempuan tidak diikutsertakan dalam uji klinis di Amerika Serikat antara tahun 1977 hingga 1993. Selama bertahun-tahun, tubuh perempuan dianggap hanya versi kecil dan aneh dari tubuh laki-laki,” ungkap Polly.

Akibatnya, banyak pengobatan dan diagnosis yang tidak akurat. Tes medis pun sering kali terasa tidak manusiawi. Polly bahkan menyindir, “Kalau yang diperiksa testis pria, apakah mereka akan ditekan sedemikian rupa seperti saat kita menjalani mammogram?”

Namun kabar baiknya, kini mulai ada perubahan. Jumlah dokter perempuan meningkat, riset tentang tubuh wanita bertambah, dan bahkan tes kanker serviks mandiri akan segera bisa dilakukan dari rumah di Inggris.

Polly pun mengajak perempuan untuk kembali memahami dan mencintai tubuhnya sendiri. Berikut beberapa temuan menarik dari buku tersebut yang bisa membuat kita berkata, “Oh, jadi begitu cara kerja tubuhku!” Berikut ini rangkumannya seperti dilansir dari laman The Sun, Kamis 9 Oktober 2025.

1. Nyeri Adalah Bagian dari Biologi Perempuan

Dari menstruasi, persalinan, hingga endometriosis, perempuan hidup berdampingan dengan rasa sakit. Profesor Andrew Horne dari University of Edinburgh menegaskan, setiap aspek dari keberadaan biologis perempuan memang melibatkan lebih banyak rasa sakit.

Namun, banyak perempuan memilih diam. Studi Nurofen Gender Pain Index menunjukkan, perempuan cenderung menahan nyeri karena takut dianggap berlebihan.

“Kita harus berani berkata: saya butuh bantuan medis, dan saya pantas mendapatkannya,” Polly menegaskan.

2. Hormon Bukan Kambing Hitam

Sering dibilang “lagi hormonal”? Faktanya, tubuh manusia memiliki lebih dari 50 jenis hormon yang berperan penting bukan hanya dalam suasana hati, tapi juga energi, perilaku, dan bahkan risiko cedera.

“Hormon bukan kekuatan mistis yang tak bisa dikendalikan. Ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menyeimbangkannya,” tulis Polly.

Mulai dari tidur cukup, makan teratur, olahraga, hingga manajemen stres. Untuk gejala menopause, konsultasi tentang terapi hormon (HRT) bisa jadi solusi.

3. Jangan Takut Periksa Payudara

Masih banyak mitos soal payudara dari bra kawat hingga deodoran penyebab kanker.

“Itu semua tidak benar,” tegas Polly.

Hal yang penting justru kesadaran untuk memeriksa diri sendiri. Dr. Philippa Kaye menyarankan untuk melakukan pemeriksaan payudara setiap tanggal 1 tiap bulan.

“Ingat dengan slogan sederhana: ‘Feel it on the first’,” ujarnya.

Rasakan setiap perubahan, dan jangan abaikan jadwal mammogram saat waktunya tiba.

4. Pahami Siklus Menstruasi untuk Kebaikanmu

Alih-alih menyalahkan hormon, Polly justru mengajak perempuan memanfaatkannya.

“Menjelang ovulasi, tubuh membuatmu lebih percaya diri, lebih sosial, bahkan lebih berani. Kamu seperti sedang ‘mabuk estrogen’,” katanya.

Setelah ovulasi, suasana hati cenderung tenang, tubuh bersiap seolah akan hamil. Dengan memahami pola ini, perempuan bisa mengatur jadwal penting atau waktu istirahat dengan lebih selaras.

5. Vagina Punya Ekosistem Sendiri

Keseimbangan mikrobioma vagina sangat penting untuk mencegah infeksi.

“Kita sering dengar tentang mikrobioma usus, tapi vagina juga punya sistem serupa,” kata Polly.

Tips menjaga kesehatannya:

  • Jangan gunakan sabun biasa di area vagina.
  • Pilih sabun lembut tanpa pewangi, atau gunakan emollient.
  • Hindari produk pembersih feminin yang beraroma.

“Selain pemborosan, produk itu memperkuat stigma bahwa vagina itu kotor,” tegas Polly.

Gunakan celana dalam katun dan beri waktu ’bernapas’ tanpa pakaian ketat saat tidur malam.

6. Latihan Kecil, Dampak Besar: Otot Dasar Panggul

Latihan otot dasar panggul (pelvic floor) sering diremehkan, padahal penting untuk mencegah inkontinensia kondisi sulit menahan kencing.

“Masalah ini bisa membuat perempuan menarik diri dari kehidupan sosial, padahal interaksi sosial penting bagi kesehatan mental dan otak,” tulis Polly.

Cara melatihnya mudah, kencangkan otot seperti menahan buang air kecil, tahan beberapa detik, lalu lepaskan. Ulangi beberapa kali sehari. Aplikasi seperti Squeezy bisa membantu menjaga rutinitasnya.

Polly Vernon menutup pesannya dengan sederhana namun kuat bahwa tubuh perempuan bukan sesuatu yang perlu disembunyikan atau ditakuti. Semakin kita mengenalnya, semakin besar kekuatan yang kita miliki untuk menjaganya.