Ekonom: Magang Nasional Hanya Berdampak Sementara, Pemerintah Diminta Genjot Investasi Padat Karya

industri padat karya, investasi industri, Maganghub Kemnaker, magang nasional 2025, magang nasional kemnaker 2025, Ekonom: Magang Nasional Hanya Berdampak Sementara, Pemerintah Diminta Genjot Investasi Padat Karya, Mengapa Investasi Jadi Kunci Utama Penciptaan Lapangan Kerja?, Bagaimana Skema dan Manfaat Program Magang Nasional 2025?, Berapa Besar Insentif yang Diterima Peserta Magang?, Apa Manfaat Bagi Perusahaan dan Peserta?

Pemerintah resmi meluncurkan Program Magang Nasional 2025 dengan target awal 20 ribu peserta dari seluruh jenjang pendidikan.

Program ini dirancang untuk membantu lulusan baru memperoleh pengalaman kerja sekaligus mendapatkan insentif dari negara. Namun, sejumlah ekonom menilai bahwa dampak program ini masih bersifat jangka pendek terhadap perekonomian nasional.

Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menilai bahwa program magang nasional hanya memberikan efek temporer terhadap perekonomian. Menurutnya, program ini belum mampu menyerap seluruh angkatan kerja baru secara optimal.

"Sifatnya temporer karena dampaknya belum bisa meng-capture seluruh angkatan kerja baru, sehingga yang diharapkan adalah pemerintah bisa mendukung investasi untuk bisa mendorong penyerapan tenaga kerja," ujar Josua dalam acara Wealth Wisdom 2025 di Jakarta, Selasa (7/10/2025) dikutip dari Antara.

Mengapa Investasi Jadi Kunci Utama Penciptaan Lapangan Kerja?

Josua menegaskan bahwa peningkatan investasi domestik, terutama di sektor padat karya, menjadi kunci utama dalam menciptakan lapangan kerja yang berkelanjutan.

Ia menyebut bahwa investasi yang diarahkan ke sektor manufaktur dan industri sejenis akan memberikan dampak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja dan peningkatan produktivitas nasional.

"Investasi memang tumbuh dari tahun ke tahun. Tapi, alangkah baiknya pemerintah bisa mengarahkan kembali lagi produktivitas ekonomi kita untuk bisa ditingkatkan dan harapannya lebih baik diarahkan kepada investasi yang padat karya," katanya.

Josua juga menyoroti pergeseran tren investasi di Indonesia sejak krisis finansial Asia 1997. Menurutnya, investasi kini lebih banyak mengalir ke sektor padat modal dan komoditas, sementara sektor manufaktur padat karya mengalami penurunan tajam.

"Kita melupakan investasi di padat karya seperti manufaktur. Sehingga kontribusi sektor manufaktur terhadap perekonomian bisa mendekati 30 persen, saat ini kurang dari 19 persen. Jadi inilah yang sebenarnya yang harus kita putar balik," tambahnya.

Bagaimana Skema dan Manfaat Program Magang Nasional 2025?

Program Magang Nasional 2025 merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat penyerapan tenaga kerja muda melalui mekanisme magang terstruktur di berbagai sektor industri berbasis keterampilan.

Peserta magang akan difasilitasi melalui portal aplikasi resmi yang sudah mulai dibuka sejak Senin (6/10/2025), dengan proses pendaftaran yang transparan dan mudah.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyampaikan bahwa kuota awal ditetapkan untuk 20 ribu lulusan baru. Namun, pemerintah membuka peluang untuk menambah batch berikutnya jika minat masyarakat tinggi.

“Nanti kalau ketika ini sesuai dengan sampaikan Pak Menko (Airlangga Hartarto), kalau ini minatnya bagus, kita bisa buka untuk batch ke-2, batch ke-3,” ujar Yassierli di Jakarta.

Berapa Besar Insentif yang Diterima Peserta Magang?

Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menjelaskan bahwa peserta magang akan mendapatkan insentif penuh dari negara selama enam bulan masa pelatihan.

Nilai insentif disesuaikan dengan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) sesuai lokasi penempatan, dengan besaran maksimal Rp3,3 juta per bulan.

"Negara akan memberikan insentif selama enam bulan sebesar UMK. Jadi Rp3,3 juta maksimal, jadi sebesar UMK," jelas Afriansyah.

Skema ini dirancang agar perusahaan tidak perlu menanggung biaya tenaga magang. Dengan demikian, perusahaan bisa memanfaatkan program ini untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja terampil tanpa beban biaya tambahan.

Apa Manfaat Bagi Perusahaan dan Peserta?

Menurut Afriansyah, program ini memberikan manfaat ganda. Bagi peserta, program ini menjadi sarana untuk memperoleh pengalaman kerja dan meningkatkan keterampilan sesuai kebutuhan industri.

Sementara bagi perusahaan, program ini membantu menyediakan tenaga kerja terampil dengan biaya yang ditanggung negara.

Hingga saat ini, lebih dari 500 perusahaan swasta telah menyatakan kesediaannya bergabung dalam program magang nasional. Pemerintah juga mendorong agar perusahaan dapat merekrut peserta yang menunjukkan kinerja baik selama masa magang.

"Tapi saya pikir perusahaan pasti mau lah mengambil, karena dia punya skill, punya kemampuan ya, selama 6 bulan dibayar oleh negara, di tempat mereka, ya ketika mereka pintar, rugi perusahaan melepas," ujarnya.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.