Rahasia Hidup Bahagia Menurut Penelitian, Jawabannya Bukan Uang
Uang dan ketenaran dianggap sebagai sumber kebahagiaan, tapi hasil penelitian tahun 2024 menunjukkan tidak demikian.
The Harvard Study of Adult Development, penelitian yang dimulai sejak tahun 1938, menemukan, kebahagiaan sejati datang dari hubungan yang kuat dan bermakna.
"Temuan yang mengejutkan adalah bahwa hubungan kita dan seberapa bahagianya kita dalam hubungan tersebut memiliki pengaruh yang kuat terhadap kesehatan kita," ucap direktur studi tersebut, sekaligus psikiater di Massachusetts General Hospital dan profesor psikiatri di Harvard Medical School, Robert Waldinger, dilansir dari ZME Science dan Kompas.com, Kamis (2/10/2025).
Waldinger menambahkan, merawat tubuh itu penting, tapi menjaga hubungan juga tak kalah pentingnya sebagai bentuk perawatan diri.
Adapun penelitian ini dilakukan oleh para ahli dari Harvard Medical School dan masih terus berjalan hingga saat ini.
Selama lebih dari 85 tahun, para peneliti mengikuti kehidupan ribuan orang dari berbagai latar belakang sosial. Hasilnya menunjukkan, kualitas hubungan seseorang dengan orang lain menentukan seberapa bahagia dan sehat hidup mereka.
Rahasia hidup bahagia menurut studi
Sebuah studi menunjukkan, rahasia hidup bahagia dan sehat bukan dari kekayaan. Lantas, dari mana? Simak selengkapnya.
Berikut beberapa hal yang ditemukan dalam penelitian ini sebagai sumber kebahagiaan sejati:
- Hubungan yang suportif yaitu punya orang-orang yang bisa dipercaya dan memberi dukungan emosional.
- Pola pikir positif yaitu mampu melihat tantangan sebagai kesempatan untuk tumbuh.
- Gaya hidup sehat yaitu rutin berolahraga, makan seimbang, tidak merokok, dan membatasi konsumsi alkohol.
- Aktif di komunitas, salah satunya terlibat dalam kegiatan sosial yang memberi makna.
- Pekerjaan bermakna, salah satunya merasa punya tujuan dalam pekerjaan dan kehidupan.
- Lingkungan masa kecil yang hangat, tepatnya soal membentuk dasar hubungan yang sehat di masa dewasa.
- Refleksi sosial secara rutin mencakup mengevaluasi dan merawat hubungan yang penting dalam hidup.
Social fitness, merawat hubungan seperti olahraga
Sebuah studi menunjukkan, rahasia hidup bahagia dan sehat bukan dari kekayaan. Lantas, dari mana? Simak selengkapnya.
Waldinger memperkenalkan konsep social fitness. Konsep tersebut berarti hubungan juga butuh dirawat seperti tubuh.
Seseorang perlu meluangkan waktu untuk orang-orang yang penting, berbagi cerita, dan saling mendukung.
Hubungan yang dimaksud dalam hal ini lebih ke arah kualitas, bukan kuantitas. Oleh sebab itu, layaknya berolahraga agar tubuh sehat, konsep ini memerlukan komitmen dan usaha.
Menurut Waldinger, menjaga agar hubungan sosial tetap sehat tidak hanya bermanfaat, tapi juga penting untuk kesehatan dan umur panjang.
"Ketika kami mengumpulkan semuanya yang kami ketahui tentang mereka di usia sekitar 50 tahun, bukanlah kadar kolesterol di usia paruh baya yang memprediksi bagaimana mereka akan menua, melainkan seberapa puas mereka dengan hubungan mereka," kata Waldinger.
orang yang paling puas dengan hubungan mereka di usia 50 tahun adalah yang paling sehat di usia 80 tahun," tambahnya.
Bagaimana jika terjebak dalam hubungan yang tak bahagia?
Sebuah studi menunjukkan, rahasia hidup bahagia dan sehat bukan dari kekayaan. Lantas, dari mana? Simak selengkapnya.
Hampir sama dengan studi tim Harvard, sebelumnya sebuah studi tahun 2012 oleh organisasi AARP dari Amerika Serikat menunjukkan beberapa sumber kebahagiaan.
Sumber tersebut adalah kesehatan, hubungan, kesenangan sederhana, dan mencapai rasa kendali atas kesejahteraan, dilansir dari Huffington Post.
Studi ini berdasarkan survei terhadap lebih dari 4.000 orang dewasa berusia 35 tahun ke atas.
Jika hubungan itu penting untuk kebahagiaan, bagaimana jika ada seseorang yang terjebak pada hubungan yang tidak membuatnya bahagia?
Hubungan yang tidak membahagiakan tersebut tidak hanya hubungan romantis, tapi juga di dunia kerja dan pertemanan.
Ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan, simak selengkapnya dari Psychology Today:
1. Sadari bahwa kamu punya pilihan
Orang yang membuatmu tidak bahagia akan melakukan hal-hal yang sudah pernah mereka lakukan. Namun, kamu tak harus selalu meresponsnya dengan cara yang sama.
Daripada marah atau kecewa, kamu bisa berpikir mengapa orang tersebut melakukan hal itu? Mengapa hal itu memicu respons negatif darimu?
Belajarlah dari orang tersebut, janganlah menyerah dengan efek negatif yang mereka hasilkan.
2. Jauhkan diri dari situasi tersebut
Ketika orang yang sering berinteraksi denganmu terasa cukup menyakitkan, atau kamu sudah tidak tahan, cara terbaik adalah dengan diam-diam meninggalkan situasi tersebut.
Kamu bisa berjalan ke luar, pindah ke ruangan lain, atau bicara dengan orang lain. Menjauhlah sementara waktu dari orang yang membuatmu kesal.
Jika tak bisa menjauh secara fisik, cobalah menjauh secar mental. Apa kamu bisa duduk dan mengingat momen-momen bahagia atau menyenandungkan lagu favorit? Hal ini membantumu memberi ruang untuk dirimu sendiri dan mengalihkan fokusmu dari orang yang membuatmu kesal.