Karyawan Gen Z Minta Saran Karier ke ChatGPT
- Gen Z kini tidak lagi hanya menggunakan AI untuk mengerjakan PR atau menulis caption TikTok. Menurut penelitian baru dari Southeastern Oklahoma State University, generasi ini semakin mengandalkan AI seperti ChatGPT untuk memutuskan apa yang akan mereka lakukan dalam hidup.
Hal ini termasuk memilih karier, mengevaluasi pilihan jurusan kuliah, dan merencanakan langkah-langkah penting dalam hidup.
Menurut data studi tersebut, lebih dari separuh orang Amerika (52 persen) mengatakan sedang mempertimbangkan perubahan karier. Di antara mereka, 34 persen telah menggunakan ChatGPT untuk memandu keputusan tersebut.
Kecerdasan buatan ini tidak hanya digunakan untuk menulis ulang resume, tetapi juga untuk mengeksplorasi posisi pekerjaan, meneliti permintaan pasar kerja, dan membandingkan jalur pendidikan.
Yang menarik, 1 dari 5 orang mengatakan AI telah memperkenalkan mereka pada jalur karier yang bahkan belum pernah mereka pertimbangkan. Dan 25 persen responden Gen Z mengatakan mereka mengikuti saran AI dan puas dengan hasilnya.
Ini menunjukkan bahwa AI bukan hanya bagian dari tahap penelitian tapi secara aktif memengaruhi hasil.
Gen Z menonjol sebagai kelompok yang paling maju dalam hal pemanfaatan AI. Sekitar 42 persen telah menggunakan AI untuk membuat keputusan karier, diikuti oleh 34 persen pada kelompok milenial, 29 persen Gen X, dan hanya 23 persen baby boomer.
Mereka juga merupakan generasi yang paling berorientasi pada pendidikan. 67 persen gen Z mempertimbangkan untuk melanjutkan pendidikan, dibandingkan dengan 57 persen milenial dan hanya 21 persen baby boomer.
Minat utama mereka meliputi teknologi, layanan kesehatan, dan penelitian ilmiah. Tercatat, 22 persen lebih memilih pelatihan dan sertifikat daripada gelar tradisional.
Secara umum, mayoritas responden menganggap program pendidikan sertifikat dan program pelatihan lanjutan (boot camp) merupakan langkah peningkatan keahlian, namun 47 persen gen Z lebih memilih melanjutkan pendidikan ke tingkat pascasarjana.
Meskipun penggunaan AI semakin meningkat, sebagian besar responden masih lebih memercayai penasihat karier manusia. Hanya 7 persen yang mengatakan mereka paling memercayai AI, sementara 60 persen lebih menyukai masukan manusia.
Namun, satu dari enam orang tetap mengikuti saran AI meskipun bertentangan dengan rekomendasi penasihat manusia.