Tertibnya Lalu Lintas di Jepang, Berakar dari Budaya Sopan Santun

 Keteraturan di Jepang jadi salah satu hal yang mencuri perhatian ketika pertama kali berkunjung ke Negeri Sakura.

Tingginya disiplin dan budaya sopan santun ini juga tercermin dalam kebiasaan berkendara masyarakat setempat.

Meskipun banyak ruas jalan tidak dijaga oleh petugas kepolisian, pengemudi kendaraan bermotor terlihat sangat tertib mematuhi aturan lalu lintas.

Pantauan KatadataOTO saat melintas di area sekitar Haneda Airport, mobil berhenti teratur ketika lampu merah menyala dan seluruhnya berada tepat di belakang garis marka jalan.

Tertibnya Lalu Lintas di Jepang

Sehingga pemandangan mobil atau motor menghalangi zebra cross tidak akan mudah ditemui di Jepang. Pejalan kaki bisa dengan mudah menyeberang di area yang sudah disediakan selama lampu merah menyala.

Menariknya aturan lampu merah ini tetap dipatuhi pengemudi di jalan-jalan sepi sekalipun. Seperti yang terjadi area Fujikawaguchiko, sebuah kota di dekat kaki gunung Fuji.

Kemudian tidak ada suara klakson terdengar di jalan raya. Berbanding terbalik dengan apa yang terjadi di Indonesia.

Di Tanah Air penggunaan klakson acapkali terdengar di sejumlah jalan. 

Selain karena diatur tegas, hal ini sudah jadi kebiasaan sopan yang mengakar buat para pengemudi di Jepang.

“Di sini kalau memang ada (pengemudi lain) melanggar di depannya, baru dia akan mengklakson. Kalau tidak, jarang sekali membunyikan klakson,” kata Feri, pemandu wisata di Jepang di sela acara Federal Oil MotoGP Japan Trip, Rabu (25/09).

Sebenarnya aturan sederhana soal klakson juga ada di Indonesia, seperti diatur dalam PP Nomor 43 Tahun 1993 Pasal 71.

Dijelaskan bahwa klakson merupakan isyarat peringatan, dapat digunakan misalnya ketika akan mendahului kendaraan bermotor lain.

Sayangnya di Indonesia klakson masih kerap disalahgunakan, sering terjadi di persimpangan lampu merah.

Tertibnya Lalu Lintas di Jepang

Sehingga bisa dibilang denda ataupun aturan perundang-undangan bukan jadi jaminan nihilnya pelanggaran.

Ketertiban dan budaya sopan santun yang diterapkan secara kolektif oleh semua pengguna jalan di Jepang jadi salah satu kunci keamanan lalu lintas.

Kebiasaan tertib pengemudi mobil di Jepang kemudianf membuat pengguna jalan lain bisa aman. Ini termasuk pemakai sepeda serta pejalan kaki.