Industri Baterai Kendaraan Listrik: Indonesia-Turki Bersinergi
Menteri Perindustrian RI (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan Indonesia siap menjalin kolaborasi dengan Turki dalam pengembangan industri baterai kendaraan listrik.
Hal itu disampaikan Agus ketika mengunjungi stan Aspilsan, perusahaan teknologi energi dan baterai asal Turki, pada pameran 12th Annual Teknofest Aerospace and Technology Festival yang berlangsung di Bandara Internasional Atatürk, Istanbul.
“Indonesia siap mendukung kolaborasi dengan Turki dalam industri baterai, baik melalui riset bersama, investasi, maupun transfer teknologi, agar rantai pasok regional dapat lebih kuat dan berdaya saing,” ujar Agus dalam keterangan tertulisnya yang dikutip Rabu (24/9/2025).
Ilustrasi Mobil Listrik
Aspilsan dikenal sebagai produsen sel baterai lithium-ion dengan kapasitas produksi hingga 21,6 juta unit per tahun.
Perusahaan ini membuka peluang kerja sama dengan Indonesia Battery Corporation (IBC) yang tengah membangun ekosistem kendaraan listrik nasional.
Menurut Agus, kerja sama internasional menjadi kunci bagi Indonesia yang tengah membangun industri kendaraan listrik berbasis baterai.
Apalagi, kebutuhan baterai diprediksi melonjak seiring peningkatan populasi kendaraan listrik di Indonesia, dari 116.000 unit pada 2023 menjadi 207.000 unit pada 2024.
Ilustrasi pengisian baterai mobil listrik
Lonjakan permintaan itu juga sejalan dengan megaproyek ekosistem baterai kendaraan listrik senilai 5,9 miliar dollar AS atau sekitar Rp 96 triliun yang baru diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto. “Indonesia tidak hanya mendorong pertumbuhan pasar, tetapi juga memperkuat kapasitas industri, agar kita memiliki ekosistem kendaraan listrik yang kokoh,” kata Agus.
Selain membuka peluang investasi, ia menilai Teknofest memberi pelajaran penting bagi Indonesia untuk membangun budaya kebanggaan nasional melalui sains dan teknologi.
Menurutnya, hal itu perlu ditanamkan sejak dini agar generasi muda terdorong untuk melakukan riset dan melahirkan inovasi baru bagi industri dalam negeri.
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.