OpenAI Pimpin Lonjakan Valuasi Startup AI hingga Rp 21.500 Triliun

valuasi, Startup, OpenAI, OpenAI Pimpin Lonjakan Valuasi Startup AI hingga Rp 21.500 Triliun

Lonjakan valuasi di pasar startup teknologi swasta kini didominasi perusahaan-perusahaan kecerdasan buatan (AI), dengan OpenAI menempati posisi teratas.

Berdasarkan data dari Forge Global, tujuh startup AI terbesar di dunia, termasuk OpenAI, Anthropic, dan xAI, secara total kini memiliki valuasi gabungan mencapai 1,3 triliun dollar AS atau setara sekitar Rp 21.500 triliun.

OpenAI tercatat sebagai pemimpin dengan valuasi sekitar 324 miliar dollar AS (sekitar Rp 5.374 triliun), disusul Anthropic dengan 178 miliar dollar AS (sekitar Rp 2.952 triliun), dan xAI milik Elon Musk dengan sekitar 90 miliar dollar AS (sekitar Rp 1.493 triliun).

“Kami belum pernah melihat ini di pasar swasta. Perusahaan tumbuh 100 persen, 200 persen, bahkan 300 persen dari angka yang sudah besar,” ujar CEO Forge, Kelly Rodriques dikutip KompasTekno dari CNBC, Senin (22/9/2025).

Selain OpenAI, perusahaan dalam kelompok tujuh besar lainnya adalah SpaceX (456 miliar dollar AS atau sekitar Rp 7.563 triliun), Databricks (100 miliar dollar AS atau sekitar Rp 1.659 triliun), Stripe (92 miliar dollar AS atau sekitar Rp 1.526 triliun), dan Anduril (53 miliar dollar AS atau sekitar Rp 879 triliun).

Databricks mencatat lonjakan karena investasi besar di bidang analitik data berbasis AI. xAI yang didirikan Elon Musk tengah menggalang dana 10 miliar dollar AS dengan valuasi 200 miliar dollar AS, hanya beberapa bulan setelah menyentuh 150 miliar dollar AS.

AI disebut menjadi pendorong utama kenaikan valuasi di pasar swasta, mirip dengan dampaknya di pasar publik pada saham Nvidia, Broadcom, hingga Oracle.

Bahkan, valuasi Oracle sempat melonjak 36 persen dalam sehari berkat kontrak besar dengan OpenAI. Broadcom juga mengikat kerja sama baru dengan pembuat ChatGPT, sementara Microsoft terus diuntungkan lewat kepemilikan saham signifikan.

valuasi, Startup, OpenAI, OpenAI Pimpin Lonjakan Valuasi Startup AI hingga Rp 21.500 Triliun

CEO OpenAI, Sam Altman, dikabarkan akan mendirikan perusahaan rintisan (startup) bernama Merge Labs. Perusahaan ini nantinya berfokus untuk mengembangkan proyek implan chip ke otak manusia atau dikenal sebagai Brain Computer Interface.

Menurut Forge, hingga saat ini 19 perusahaan AI telah menghimpun 65 miliar dollar AS sepanjang tahun, setara 77 persen dari seluruh modal pasar swasta. 

“Jika saham ini likuid dan punya akses tanpa batas ke modal, mereka bisa tetap swasta selama yang mereka mau,” katanya.

Risiko overvaluasi

Peningkatan valuasi ini didorong oleh pesatnya pengembangan model AI berskala besar atau large language models (LLM) yang memerlukan infrastruktur komputasi mahal dan teknologi canggih.

Minat investor terhadap startup AI semakin tinggi karena dianggap memiliki potensi pertumbuhan yang luar biasa, sementara pasar swasta memungkinkan perusahaan-perusahaan ini mendapatkan pendanaan jumbo tanpa harus melantai di bursa.

Meski demikian, beberapa pihak mengingatkan bahwa valuasi yang melambung tinggi ini bisa memicu risiko overvaluasi atau gelembung apabila ekspektasi tidak sejalan dengan kinerja dan profitabilitas perusahaan dalam jangka panjang.

CEO OpenAI Sam Altman menyebut valuasi saat ini “tidak masuk akal” dan mengakui pasar tengah berada dalam gelembung. Namun, ia tetap optimistis.

“OpenAI akan menghabiskan triliunan dollar untuk membangun pusat data. Kami mungkin akan lebih agresif dari perusahaan mana pun karena kami percaya pada apa yang kami lihat,” ujar Altman.

Biaya pengembangan teknologi AI yang besar, khususnya untuk komputasi dan pelatihan model, juga menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan-perusahaan tersebut.

Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.