Jangan Bingung! Ini Perbedaan Gudeg Basah dan Gudeg Kering

Di Yogyakarta, ada dua jenis gudeg yang umum ditemui, yaitu gudeg kering dan gudeg basah.
"Betul, ada dua jenis gudeg, yaitu gudeg basah dan gudeg kering," kata Manager gerai Gudeg Yu Djum cabang Jakarta Yolanda Mulat Sarira H saat Kompas.com temui di gerai Gudeg Yu Djum cabang Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (16/9/2025).
Jika sedang berada di Jogja dan bingung menentukan pilihan gudeg, simak beda gudeg basah dan gudeg kering dirangkum dari penjelasan Yolanda dan pemberitaan Kompas.com berikut.
Beda gudeg basah dan gudeg kering
1. Waktu menyantap
Kata Yolanda, gudeg basah biasanya dinikmati pada pagi ataupun pada malam hari.
"Kalau di Jogja, gudeg basah biasanya dinikmati pada pagi atau malam banget. Jadi untuk sarapan atau dimakan pada malam hari," katanya.
Biasanya, kata Yolanda, pada malam hari gerai gudeg yang menjual gudeg basah buka setelah pukul 09.00 WIB malam.
2. Bentuk
Seperti namanya, gudeg kering bentuknya lebih kering, sementara gudeg basah cenderung berkuah.
"Kalau gudeg kering itu dia akan awet kalau dibawa untuk jadi oleh-oleh," katanya.
Sajian gudeg di Gerai Gudeg Yu Djum cabang Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (16/9/2025).
3. Kuah areh
Perbedaan gudeg kering dan gudeg basah yakni pada kuah arehnya. Menurut Sri Sunarti, pemilik Gudeg Permata di Yogyakarta, sebetulnya gudeg kering pun memakai kuah areh hanya saja lebih kental dan kering.
Sementara, kuah areh pada gudeg basah memiliki lebih banyak air.
"Kalau di sini kan jenisnya basah. Kalau basah itu ada kuah arehnya. Sebetulnya yang kering itu juga ada kuah arehnya cuma arehnya kental. Jadi, agak padat gitu lo, enggak kayak gini," jelas Sunarti, dikutip dari Kompas.com (1/11/2021).
4. Sambal goreng
Gudeg umumnya disajikan dengan tambahan sambal goreng krecek dan lauk. Pada gudeg basah, sambal goreng kreceknya memiliki kuah, sedang gudeg kering tidak.
"Sambal gorengnya kalau kering kan juga enggak ada kuahnya," ujar Sunarti.
Sunarti menambahkan bahwa pada gudeg basak di warungnya umumnya ditambahkan daun singkong. Namun gudeg kering biasanya tak memakai tambahan daun tersebut.
Kendati demikian dari segi lauk sebetulnya sama saja, yakni memakai ayam, telur, tahu, dan sambal tempe.
"Terus kalau gudeg basah itu ada daun singkong, kalau gudeg kering enggak ada. Kalau lauk jenisnya sama, ada ayam, telur, tahu, sama ada sambal tempe," tambahnya.
5. Rasa
ilustrasi gudeg, makanan khas yogyakarta.
Menurut pengamatan Kompas.com, cita rasa gudeg kering pun umumnya lebih manis. Pasalnya tidak ada kuah dari sambal goreng maupun arehnya.Sementara, gudeg basah memiliki rasa yang lebih gurih dan sedikit pedas.
Selain itu, karena berkuah, gudeg basah pun umumnya memiliki ketahanan yang lebih sebentar jika dibandingkan dengan gudeg kering.
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.