Deklarasi KLB Campak Pamekasan Gagal Karena Efisiensi Anggaran

Jawa Timur, Pamekasan, campak, efisiensi anggaran, Deklarasi KLB Campak Pamekasan Gagal Karena Efisiensi Anggaran, Deklarasi KLB Campak, Deklarasi KLB Campak Pamekasan Gagal Karena Efisiensi Anggaran

 Deklarasi Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di Pamekasan tidak jadi dilakukan karena masalah effiesiansi anggaran, meskipun kasus yang ada sudah cukup untuk memenuhi syarat status kejadian luar biasa.

Health Specialist Unicef Indonesia wilayah Jawa Timur, Armunanto, menyatakan bahwa seharusnya Kabupaten Pamekasan sudah memenuhi syarat untuk ditetapkan sebagai KLB campak.

"Karena awalnya kasus di Pamekasan tidak sebanyak saat ini, maka bisa dikatakan menjadi KLB," ungkap Armunanto pada Rabu (17/9/2025).

Namun saat audiensi dengan Pemerintahan Kabupaten Pamekasain, Bupati Kholilurrahman mengungkapkan adanya kendala anggaran terkait efisiensi.  

Kendala Anggaran dan Status Peningkatan Kasus

Armunanto menyebutkan bahwa meskipun tidak ada deklarasi KLB, status situasi kesehatan di Pamekasan tetap mengalami peningkatan kasus campak.

"Sebenarnya sudah KLB tadi, hanya saja tidak dideklarasikan, tapi peningkatan kasus campak," tambahnya.

Armunanto juga mengingatkan bahwa jika status KLB ditetapkan, hal tersebut akan berdampak pada anggaran daerah, yang saat ini sedang mengalami efisiensi. 

Sementara, Bupati Kholilurrahman mengonfirmasi bahwa Kabupaten Pamekasan belum berstatus KLB. "Alhamdulillah Pamekasan belum KLB," ujarnya singkat.

Ia mengakui bahwa efisiensi anggaran tahun ini sangat dirasakan oleh pemerintah daerah. “Berapa anggaran yang dipangkas, saya tidak hafal. Silahkan ke bagian keuangan,” terangnya.

Imunisasi Tambahan Serentak untuk Cegah Penyebaran Campak

Sebagai alternatif kebijakan, pihak pemerintah daerah memutuskan untuk melaksanakan imunisasi tambahan serentak di 17 Puskesmas di Pamekasan.

Kebijakan ini dilakukan untuk menghentikan penyebaran campak tanpa mengganggu anggaran yang terbatas.

"Adanya kebijakan ini tidak akan berpengaruh pada APBD yang sedang mengalami efisiensi," tambah Armunanto.

Imunisasi tambahan serentak (ITS) ini sudah dimulai sejak Senin (15/9/2025) dan menyasar anak-anak berusia 9 bulan hingga 6 tahun untuk mencegah perkembangan lebih lanjut dari kasus campak.

Berdasarkan data yang dihimpun Kompas.com, per 15 September 2025, terdapat 616 kasus suspek campak di Pamekasan, dengan 6 korban meninggal dunia. Dari jumlah tersebut, 70 balita masih dirawat, sedangkan 540 anak telah sembuh.

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul dan Imunisasi Campak di Pamekasan Dimulai, Sasar Anak Usia 9 Bulan hingga 6 Tahun

Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.