Berlibur di Dalam Negeri Dinilai Bisa Redam Dampak Efisiensi Anggaran

Direktur Utama InJourney Hospitality, Christine Hutabarat menilai kegiatan berlibur di dalam negeri bisa mengantisipasi dampak pemangkasan anggaran oleh pemerintah pada hotel-hotel BUMN.
"Terkait antisipasi dengan kebijakan pemerintah, tentunya kami berharap bahwa mendorong masyarakat nih sebenarnya untuk tidak berlibur ke luar negeri tapi di dalam negeri aja," ucap Christine dalam konferensi pers di kantor InJourney, Rabu (26/3/2025).
Menurutnya, Indonesia memiliki daya tarik wisata yang tidak kalah dibandingkan dengan luar negeri, khususnya untuk Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP), yakni Borobudur, Mandalika, Danau Toba, Labuan Bajo, dan Likupang.
Christine menyoroti adanya dampak ekonomi terhadap hotel-hotel BUMN di bawah InJourney Hospitality jika masyarakat menahan diri untuk berlibur ke luar negeri dan memilih berwisata di dalam negeri.
Total 38 properti hotel milik InJourney Hospitality tersebar di pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Bali, yang lokasinya tidak jauh dari tempat wisata.
"Kami berharap, dengan adanya peningkatan trafik dari wisatawan domestik ini juga akan meningkatkan spending berbelanja di dalam negeri," kata Christine.
Sementara itu, Marketing Group Head InJourney, Retna Murti, menanggapi efisiensi anggaran sebagai pacuan baru dalam menargetkan pasar baru di luar kementerian.
"Ini sebuah opportunity bahwa kita harus keluar dari keterikatan dengan kebiasaan-kebiasaan karena jujur kalau zaman dulu, mungkin kita lebih banyak leyeh-leyeh (menunggu tamu) dari kementerian akan menginap," kata Retna.
"Sekarang ini kita tidak bisa tinggal diam. Justru harus lebih giat lagi InJourney Hospitality untuk bisa merambah industri-industri swasta, enggak bisa lagi hanya bergantung kepada pemerintahan," tambahnya.
Targetkan wisatawan mancanegara (wisman)
Direktur Utama InJourney Hospitality, Christine Hutabarat dan Marketing Group Head InJourney (Holding BUMN Aviasi dan Pariwisata), Retna Murti, dalam konferensi pers di kantor InJourney, Rabu (26/3/2025).
Selain menargetkan wisatawan nusantara, Christine menyebut, pendapatan hotel-hotel BUMN juga bisa ditingkatkan melalui kerja sama dengan pihak swasta.
Misalnya, menggandeng agen perjalanan wisata (travel agent) untuk promo bundling menginap dan berwisata, menghadirkan acara-acara, dan menargetkan perusahaan global untuk mengisi ketersediaan ruang rapat di hotel.
"Sekarang ini kami sudah mulai menyasar pasar-pasar private companies ya, yang tentunya mengadakan banyak sekali acara-acara global, internasional, maupun dalam negeri," kata Christine.
Sebab, selain total 5.000 kamar di 38 hotel BUMN, hotel milik perusahaan negara ini juga berfokus pada pelaksanaan Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE).
"Untuk Bali Beach Hotel sendiri, kami siapkan untuk kegiatan MICE karena kami punya kapasitas 5.000 pax convention, cukup besar. Kami siapkan Bali Beach Hotel ini dengan 273 kamar, jumlahnya cukup untuk melayani kebutuhan terkait dengan convention forum dan meetings," jelas Christine.