Top 5+ Tes Sederhana Ini Bisa Prediksi Seberapa Lama Kamu Bisa Hidup di Dunia

Ilustrasi jelang meninggal
Ilustrasi jelang meninggal

Selama ini, banyak orang berpikir bahwa status kesehatan hanya bisa diukur lewat tes darah atau hasil pemeriksaan dokter. Padahal, tubuh kita sering memberikan sinyal sederhana yang sama pentingnya.

Cara kita berjalan, menjaga keseimbangan, hingga kemampuan mengangkat benda bisa menjadi gambaran nyata kesehatan jangka panjang. Pelatih kebugaran Dan Go, dalam unggahan Instagram-nya baru-baru ini, dia membagikan 5 tes mudah yang menurut penelitian dapat membantu memprediksi seberapa panjang umur seseorang.

Menariknya, semua tes ini bisa dilakukan tanpa alat khusus, bahkan di rumah. Apa saja? Berikut ini rangkumannya seperti dilansir dari laman Hindustime, Senin 15 September 2025.

1. Tes Cooper

Tes Cooper pertama kali diperkenalkan pada 1968 oleh Dr. Kenneth Cooper, seorang dokter asal Amerika Serikat. Tes ini mengukur VO₂ max, yaitu kapasitas maksimal tubuh dalam menggunakan oksigen saat berolahraga.

Caranya cukup sederhana yakni lari selama 12 menit tanpa henti dan ukur jarak yang bisa kamu tempuh. Semakin jauh jaraknya, semakin baik kemampuan paru-paru dan jantungmu.

Mengapa tes ini penting? VO₂ max yang tinggi sering dikaitkan dengan umur lebih panjang serta risiko lebih rendah terkena penyakit jantung. Untuk hasil optimal, usahakan berada di kategori “baik” hingga “sangat baik” sesuai tabel standar VO₂ max berdasarkan usia dan jenis kelamin.

2. Sit and Rise Test

Seiring bertambahnya usia, banyak orang kehilangan fleksibilitas dan kekuatan otot. Tes ini dirancang untuk menilai seberapa baik tubuhmu bergerak tanpa bantuan alat. Caranya, duduk di lantai dengan posisi bersila, lalu berdiri kembali tanpa bantuan tangan atau kehilangan keseimbangan.

Jika bisa bangun dengan mulus tanpa kehilangan keseimbangan, artinya kondisi otot, persendian, dan koordinasi tubuhmu masih baik. Studi bahkan menunjukkan bahwa kemampuan melakukan tes ini berkaitan dengan tingkat harapan hidup lebih tinggi.

3. Air Squat Hold

Squat adalah salah satu gerakan dasar yang sering kita lakukan tanpa sadar, seperti saat duduk di kursi atau mengangkat barang. Tes ini dilakukan dengan cara menahan posisi jongkok tanpa bantuan selama beberapa menit.

Menurut Dan Go, waktu ideal untuk menahan posisi ini adalah 2 menit penuh. Jika berhasil, berarti otot paha, bokong, dan betis memiliki kekuatan serta daya tahan yang baik. Tes ini dapat menggambaarkan otot kaki yang kuat membuat kita tetap mandiri di usia tua, menurunkan risiko jatuh, dan menjaga kualitas hidup lebih lama.

4. Deadlift

Deadlift dikenal sebagai latihan dasar yang melatih hampir seluruh otot tubuh, terutama punggung, kaki, dan inti. Tes ini mencerminkan kemampuan alami manusia yakni mengangkat benda dari lantai dengan benar.

Untuk alasan keamanan, Dan Go menyarankan menggunakan trap bar ketimbang barbel lurus, terutama bagi pemula. Target optimalnya adalah 10 kali angkatan dengan beban setara berat badanmu sendiri.

Manfaatnya bukan sekadar soal otot, tapi juga untuk melatih postur tubuh, tulang belakang, dan mencegah cedera di usia lanjut.

5. Dead Hang

Pegangan tangan yang kuat sering dianggap sepele, padahal sangat erat kaitannya dengan kesehatan jangka panjang. Tes ini dilakukan dengan cara bergantung di tiang pull-up selama mungkin tanpa bantuan. Target ideal menurut Dan Go 2 menit untuk pria dan 90 detik untuk wanita.

Penelitian menunjukkan bahwa kekuatan genggaman tangan berhubungan langsung dengan harapan hidup. Orang dengan genggaman kuat cenderung lebih aktif, lebih sehat, dan memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit kronis.

Kelima tes di atas menilai hal-hal mendasar dalam kehidupan sehari-hari: bernapas, bergerak, berdiri, mengangkat, dan menggenggam. Semua kemampuan ini berkaitan erat dengan kualitas hidup, terutama di usia tua.

  • VO₂ max mencerminkan kesehatan jantung dan paru-paru.
  • Sit and Rise Test menilai fleksibilitas dan koordinasi tubuh.
  • Air Squat Hold dan Deadlift menunjukkan kekuatan otot yang melindungi dari cedera.
  • Dead Hang menilai vitalitas tubuh bagian atas dan aktivitas fisik secara keseluruhan.

Semakin baik performa tubuh dalam tes-tes ini, semakin tinggi kemungkinan seseorang bisa tetap sehat dan aktif di masa depan.