Sekarang Kamu Bisa Mengetahui Seberapa Lama Kamu Akan Hidup di Dunia, Begini Caranya!

Ilustrasi Hidup Tenang
Ilustrasi Hidup Tenang

Setiap manusia pasti akan meninggal, dan waktu kematian selalu menjadi misteri. Namun dengan kemajuan teknologi saat ini, ternyata ada cara untuk memperkirakan berapa lama Anda mungkin akan hidup di dunia.

Ya Anda bisa mengetahuinya melalui tes darah. Ada beberapa biomarker penting  yang dapat memberi gambaran seberapa cepat sel-sel Anda menua, seberapa sehat pembuluh darah Anda, dan seberapa kuat metabolisme Anda  bahkan mampu memprediksi usia harapan hidup dan kualitas hidup Anda lebih akurat dibanding faktor genetik atau suplemen saja.

Ahli longevity lulusan Cornell University, sekaligus Co-Founder dan Chief Medical Officer Longevity Health, Dr. Vassily Eliopoulos memaparkan lima biomarker utama yang dapat memprediksi umur panjang sekaligus kualitas kesehatan, mulai dari penanda penuaan sel, kesehatan jantung, fungsi insulin, dan lainnya.

”Banyak orang mengira umur panjang hanya soal suplemen dan faktor genetik, padahal kuncinya justru bisa diukur lewat tes darah. Ada lima biomarker yang bukan hanya memprediksi berapa lama Anda hidup, tapi seberapa sehat Anda menjalaninya,” tulis dia dikutip dari laman Hindustan Times, Selasa 2 Desember 2025.

Berikut ini lima biomarker yang dimaksud tersebut.

1. ApoB (Apolipoprotein B)

Menurut Dr. Vass, ApoB adalah marker terpenting untuk menilai risiko penyakit kardiovaskular, bahkan lebih akurat daripada LDL. Kadar ApoB yang tinggi menunjukkan banyaknya partikel penyebab plak pada pembuluh darah, yang berarti kualitas hidup bisa lebih pendek. Ia menyarankan kadar ApoB dijaga di bawah 80 mg/dL untuk kesehatan jangka panjang yang lebih baik.

2. High-sensitivity CRP (hs-CRP)

Dr. Vass menjelaskan, tes ini mengukur inflamasi diam-diam dalam tubuh, yang menjadi akar dari penuaan, penyakit jantung, Alzheimer, dan banyak kondisi lain. Sedikit saja meningkat, itu sudah menandakan adanya stres oksidatif dan aktivasi sistem imun. Kadar ideal sebaiknya berada di bawah 1.0 mg/L. CRP, bersama ApoB, membantu memantau tingkat peradangan atau kerusakan pada pembuluh darah.

3. VO₂ Max

Biomarker ini menggambarkan kemampuan tubuh menggunakan oksigen secara efisien dan dikenal sebagai salah satu prediktor paling kuat terhadap risiko kematian dari segala penyebab. Menurut Dr. Vass, semakin tinggi VO₂ Max, semakin panjang usia, semakin baik kesehatan otak, dan semakin kuat metabolisme Anda.

”Targetnya adalah berada di 25 persen teratas untuk kelompok usia Anda,” kata dia.

4. Insulin puasa

Dr. Vass menyebut insulin puasa sebagai tanda peringatan awal gangguan metabolik, bahkan sebelum kadar gula naik. Insulin yang tinggi secara kronis dapat mempercepat penuaan, meningkatkan penumpukan lemak, dan menurunkan fungsi kognitif. Kadar optimal sebaiknya berada di kisaran 2–5 μIU/mL.

5. GGT (Gamma-Glutamyl Transferase)

Menurut Dr. Vass, GGT adalah enzim hati tingkat rendah yang bisa memprediksi stres oksidatif dan risiko kematian, yang diam-diam mencerminkan kesehatan hati dan proses oksidatif tersembunyi yang mempercepat penuaan. Biomarker ini sering kali terabaikan, padahal GGT yang tinggi berkaitan dengan proses penuaan yang lebih cepat. Kadar ideal berada di antara 10–25 U/L.

”Hasil-hasil tes ini memberi Anda gambaran nyata tentang seberapa cepat tubuh Anda menua di tingkat sel, jauh sebelum gejalanya muncul. Ketika Anda mengetahui angka-angka ini, Anda punya peta jalan untuk memperlambat penurunan dini dan menambah tahun-tahun sehat dalam hidup Anda,” kata Dr. Vass menegaskan.