MU Kok Jadi "Merana United"

sama di Spanyol, tapi berbeda cerita. Di stadion Camp Nou, Barcelona, 26 Mei 1999, Manchester United secara dramatis meraih trofi Liga Champions Eropa setelah menekuk Bayer Muenchen, 2-1.
Sampai menit ke-90, Setan Merah tertinggal 0-1. Namun laga itu tidak berakhir di menit ke-90. Ada injury time sebagai konsekuensi berbagai sebab. Dan itulah yang menyelamatkan pasukan Alex Ferguson.
Di menit 90 + 1, Teddy Sheringham menyamakan skor jadi 1-1. Dua menit kemudian Ferguson dan MU menjemput kebesaran mereka selepas Ole Gunnar Solskjaer menjebol gawang Oliver Kahn.
Skema gol ini serupa, berawal dari tendangan sudut yang diambil oleh David Beckham--pemain yang dikaruniai tendangan kaki kanan yang indah, gemulai, tapi bertenaga. Muenchen menangis, MU berpesta.
Di stadion Mames, Bilbao, 22 Mei 2025, giliran MU yang menangis di tangan Tottenham Hotspur. Sebiji gol oleh Brennan Johnson di menit ke-42 tak sanggup dikejar oleh Bruno Fernandes dkk.
Trofi Liga Europa yang dianggap dapat sedikit mengobati luka MU di musim 2024/2025 lepas. Pasukan Ruben Marques Amorim merana.
MU tanpa trofi, terjungkal di posisi 15 Liga Premier Inggris (EPL) serta harus absen dari tiga kompetisi Eropa musim 2025/2026.
Meski menyegel tiket Liga Champions, pelatih Spurs, Ange Postecoglou dipecat. Di musim lalu, Spurs dan MU rukun--berada di posisi bawah EPL (17 dan 15). Sesuatu yang kontras dengan profil klub dan skuad mereka yang mewah.
Sebaliknya Amorim aman. Pelatih berpaspor Portugal ini punya peluang membuat MU tidak merana lagi di musim ini.
Namun, belum apa-apa MU telah kehilangan muka di Blundell Park, kandang Grimsby Town. Susah payah menyamakan skor jadi 2-2, MU akhirnya menyerah 11-12 dalam adu penalti.
Setan Merah tersingkir di babak pertama Piala Liga Inggris atau Carabao Cup 2025/2026, cuma dari tim divisi empat. Ini menambah rekor merana MU setelah ditinggal pergi Alex Ferguson yang tak mungkin melawan usia, tahun 2013 silam.
Sudah 9-10 orang--dari David Moyes, Louis van Gaal, Jose Mourunho, Erik ten Hag, Ralf Rangnick, Ole Gunnar Solskjaer, Ryan Giggs hingga Ruud van Nistelrooy--yang menggantikan Ferguson.
Semua tak ada yang mempersembahkan trofi mayor Liga Premier Inggris dan Liga Champions. Dari sekian pelatih atau manajer, hanya Mourinho yang hampir mendulang trofi EPL di musim 2017/2018.
Namun, yang disebut "hampir" itu berjarak 19 poin dengan sang jawara, Manchester City, yang di musim itu menghimpun 100 poin.
Di musim pertama menukangi MU, The Special One yang memberi tiga trofi EPL kepada Chelsea ini mendulang trofi Liga Europa dan Carabao Cup 2016/2017.
Van Gaal yang didapuk menjadi manajer MU setelah sukses mengantarkan Belanda ke semifinal Piala Dunia 2014 juga tidak bertaji. Antara 2014-2016, LvG menggamit satu trofi Piala FA musim 2015/2016 serta empat besar EPL 2014/2015.
MU tidak ke mana-mana di masa meneer satu ini. Ia gagal menjaga reputasinya yang mentereng di Eropa: Juara Liga Champions (UCL) 1994/1995 bareng Ajax Amsterdam serta finalis UCL 2009/2010 saat mengarsiteki Bayer Muenchen.
Pada 2009/2010, LvG harus mengakui kehebatan Mourinho, pelatih Inter Milan saat itu. Ketika melambungkan Ajax di panggung Eropa musim 1994/1995, LvG harus berterima kasih pada Patrick Kluivert (pelatih timnas Indonesia saat ini) yang menceploskan satu-satunya gol ke gawang AC Milan.
Di luar Mourinho dan van Gaal, manajer atau pelatih MU seusai periode Ferguson bukan level Eropa. Ole Gunnar Solskjaer, Ryan Giggs, Ruud van Nistelrooy atau Michael Carrick pernah merasakan kebanggaan serta beratnya beban menukangi MU.
Mereka besar sebagai pemain--membawa MU juara Eropa dan kampiun Inggris--tapi tidak berkokok sebagai pelatih.
Pendahulu Amorim, yakni Erik ten Hag, juga tidak lama memiloti MU. Cuma dua tahun, 2022-2024. Hasilnya minor untuk MU yang punya reputasi menggondol trofi Liga Inggris hingga 13 kali di masa Ferguson.
Ten Hag cuma mengoleksi satu trofi Carabao Cup dan satu trofi Piala FA. Trofi terakhir diraih musim 2023/2024 dengan mempecundangi "Si Tetangga Berisik", Manchester City.
Namun, trofi itu tak menolong. Saat EPL musim 2024/2025, baru berjalan dua bulanan, orang Belanda itu dipecat pada 28 Oktober 2024, setelah rentetan hasil buruk MU menghabiskan kesabaran manajemen.
Amorim pun didatangkan ke Old Trafford. Ia meneken kontrak pada 1 November 2024. Sepuluh hari kemudian Amorim resmi menukangi Setan Merah.
Sebelum itu, masa antara Ten Hag dicopot dan Amorim tiba, MU dipercayakan kepada Ruud van Nistelrooy.
Hasilnya tiga kali menang dan satu seri di ajang Carabao Cup, Liga Europa dan EPL. Manajemen Setan Merah tidak tergoda untuk mempermanenkan bekas striker haus golnya itu.
Amorim tiba dari Sporting CP Portugal sebagai pelatih muda yang berbakat dan menjanjikan. Masih berusia 39 tahun, ia telah menghimpun dua trofi Liga Portugal untuk Sporting.
Sejak 4 Maret 2020, Sporting cuma 33 kali kalah dari 238 laga di seluruh kompetisi. Selebihnya, 171 kali menang dan 34 kali seri. Jumlah golnya 517 dan kemasukan gol 195 kali. Persentase kemenangan Amorim di Sporting menembus 71,85 persen (Bola.net, 30 Oktober 2024).
Di antaranya kemenangan Sporting atas Manchester City 4-1 di fase liga---format baru UCL. Itu terjadi lima hari sebelum Amorim menukangi MU.
Dan yang dikalahkan bukan sembarangan, tapi City, klub yang dipoles oleh Pep Guardiola. City adalah raja Inggris setelah kepergian Sir Alex Ferguson.
Pep telah menghimpun enam trofi EPL untuk City. Sementara Roberto Mancini dan Manuel Pellegrini menyumbang masing-masing satu trofi EPL untuk City.
Total tiga manajer atau pelatih ini mengganjar delapan trofi EPL kepada "tim biru langit"--pencapaian yang kian dekat dengan rekor MU masa Ferguson.
Amorim makin bikin fans MU jatuh hati ketika mengalahkan Guardiola back to back. Setelah di fase liga pendahuluan UCL bersama Sporting, Amorim meramu taktik jitu sehingga MU sanggup menekuk City di Etihad Stadium, 15 Desember 2024.
Kalah penguasaan bola pasti, kebobolan duluan, tapi Bruno Fernandes dan Amad Diallo memberi kejutan di menit 88 dan 90.
Kekalahan itu sekaligus menjadi fase "menurun" City di masa Guardiola. Amorim sebaliknya mengumumkan bahwa ia punya taji. Dengan taktik yang tepat, klub super semacam City juga bisa dirobohkan dengan skor akhir 2-1.
Liga Inggris adalah kompetisi bola paling keras, ketat dan menuntut aspek fisik. Amorim belum menemukan irama yang tepat pada MU untuk bermain dengan formasi 3-4-3 (2-1). Ini bukan tradisi MU meskipun van Gaal pernah menerapkan tiga bek saat memainkan formasi 3-5-2. Formasi ini belum manjur buat MU.
Tengok saja statistik Amorim berikut. Di Liga Premier Inggris, MU di bawah asuhan Amorim 6 menang, 6 imbang dan 14 kalah.
Kemudian di Liga Europa (8 menang, 2 imbang, 1 kalah). Di ajang Piala FA (2 menang, 1 kalah). Di Piala Liga Inggris, ia langsung kalah di kesempatan pertama (detik.com, 23 Mei 2025). Itu data musim lalu.
Di musim ini, Setan Merah menyerah di tangan klub divisi empat (Piala FA). Sebelum menghadapi City di pekan keempat EPL, 14 September 2025, MU sudah satu kali menang, 1 kali imbang dan 1 kali kalah. Setan Merah belum menjanjikan meskipun telah menyulap skuad dengan pemain-pemain anyar.
Di musim panas ini, MU menggaet Matheus Cunha (moncer di Wolverhampton), Bryan Mbeumo (kartu as Brentford), Diego Leon (Cerro Porteno) hingga Benjamin Sesko (RB Leipzig).
Sesko dibeli dengan banderol 76,5 juta Euro. Total belanja klub dari kota Manchester ini mencapai 229 juta Euro atau Rp 3,9 triliun. Ini belum ditambah uang yang harus dirogoh untuk kiper asal Royal Antwerp, Senne Lammens, senilai 21 juta Euro atau Rp 402 miliar.
Kiper belia ini diproyeksikan menggantikan Andre Onana yang 'dibuang' ke klub Turkiye, Trabzonspor. Status kiper asal Kamerun yang sering bikin blunder ini dipinjamkan. Sedangkan striker Rasmys Hojlund dipinjamkan ke Napoli--juara Serie A yang ditukangi Antonio Conte.
Selebihnya MU tidak berubah banyak. Amorim membuang pemain yang tak masuk rencana dia. Selain Onana dan Hojlund, ada pula Alejandro Garnacho (ke Chelsea) dan Antony Matheus dos Santos (ke Real Betis).
Pemain yang terakhir ini gagal berkembang, dan MU rugi besar karena Antony dibeli dari Ajax Amsterdam dengan banderol 86 juta poundsterling.
Padahal, kedua pemain ini adalah sayap murni yang piawai memanfaatkan lebar lapangan, tipe sprinter serta punya dribble yang oke punya.
Musim ini The Red Devils bertarung untuk menanggalkan takdir 'merana' selama 12 tahunan pasca-Ferguson. Dengan cuma bergelut di dua kompetisi, yakni EPL dan Piala FA, MU seharusnya bisa lebih fokus.
Amorim yang ngeyel dengan formasi 3-4-3 dituntut bekerja keras menyusun the winning team yang tepat. Ia perlu berpikir keras untuk menempatkan Cunha, Mbeumo dan Sesko dalam line up.
Cunha bisa jadi nomor 10 di belakang striker. Sedangkan Mbeumo dapat merobek sisi kiri pertahanan lawan. Sesko adalah nomor 9 yang mengganti peran Hojlund.
Dulu, Stadion Old Trafford adalah theatre of dreams alias teater impian. Di masa Ferguson stadion ini benar-benar mimpi buruk buat klub lawan MU.
Di sana langkah-langkah emas MU terpahat, dirawat dan kekal. Eric Cantona, Ryan Giggs, David Beckham, Andy Cole, Carlos Tevez, Wayne Rooney, Javier Hernandez Balcazar atau Chicharito, hingga Ruud van Nistelrooy menggapai mimpi di theatre of dreams itu.
Belakangan stadion itu tidak angker lagi. Klub-klub yang bermain di Old Trafford tak segan dan takut lagi pada MU.
"Fergie time" juga makin pudar. Waktu tambahan sudah tak lagi membantu MU menang atau memaksa hasil seri.
Sebaliknya MU sering merana justru di kandang sendiri. Di partai pertama musim ini saja MU keok 0-1 dari Arsenal justru di Old Trafford.
Kini semua tak lagi sama untuk MU. Juga buat Amorim. Pria Portugal ini mesti tahu: Ini Liga Premier Inggris, liga terbaik di dunia, tempat keharuman, kejayaan dan kebesaran diintip oleh seluruh manajer atau pelatih yang mengadu nasib di sana.
Tugas MU musim ini jelas tak mungkin mengejar trofi EPL. Masuk peringkat empat atau menyegel tiket Liga Champions, menurut saya, itu lebih dari mimpi. Ada di antara peringkat 6-10 saja sudah cukup baik.
Pendukung MU di Inggris dan seluruh dunia harus sabar. Memang butuh waktu agar MU tidak terus-menerus merana. Ada waktunya untuk setiap hal.
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.