Satelit Nusantara Lima Menembus Angkasa
SNL merupakan satelit berkapasitas 160 Gigabit per Second (Gbps), yang terbesar di Asia, sehingga mampu memberikan layanan akses internet ke seluruh Nusantara hingga Filipina dan Malaysia.
Satelit Nusantara Lima akan memainkan peran penting dalam memperkuat kapasitas nasional bagi pasar domestik, pemerataan akses internet, pengembangan aspek teknologi telekomunikasi, penguatan sumber daya manusia berbasis antariksa, mitigasi bencana, pemantauan lingkungan, serta sektor pertahanan dan keamanan.
Direktur Utama PSN Adi Rahman Adiwoso mengatakan keberhasilan peluncuran SNL semakin memperkuat kapabilitas dan kredibilitas Indonesia sebagai salah satu pemain penting di industri antariksa global.
Kesuksesan ini menunjukkan bahwa Indonesia mampu menciptakan infrastruktur layanan berbasis internet sekaligus menjadi momentum untuk menyusun peta jalan industri antariksa nasional.
Satelit Nusantara Lima merupakan satelit dengan teknologi Very High Throughput Satellite (VHTS) sehingga memungkinkan kapasitas bandwidth yang lebih besar dalam menyediakan layanan broadband ke seluruh pelosok Indonesia dan negara-negara di ASEAN, yaitu Filipina dan Malaysia.
Satelit berbobot 7,8 ton tersebut dilengkapi dengan sistem propulsi hybrid yaitu menggunakan propulsi kimia dan elektronik Xenon-Ion (XIPS), yang sepuluh kali lebih efisien dibandingkan satelit konvensional, serta 101 spot beam yang bekerja di frekuensi Ka-band.
Untuk mendukung operasional satelit berkapasitas terbesar di Asia ini, PSN berkolaborasi dengan Hughes Network System dalam membangun delapan stasiun bumi yang tersebar di beberapa kota seperti Banda Aceh, Bengkulu, Cikarang, Gresik, Banjarmasin, Tarakan, Kupang, dan Makassar.
“Ekspansi layanan PSN ke negara-negara di ASEAN menegaskan kemampuan perusahaan Indonesia dalam bidang teknologi satelit dan antariksa dalam kancah global. Kami akan terus berinovasi dalam produk serta layanan untuk memaksimalkan potensi pasar lainnya,” ungkap Adi Rahman, Sabtu, 13 September 2025.
Project Director Satelit Nusantara Lima sekaligus Direktur Teknologi PSN Satrio Adiwicaksono menyebut tersebarnya stasiun bumi mulai dari Indonesia Bagian Barat, Tengah, dan Timur agar layanan SNL dapat menjangkau kawasan Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) yang selama ini kesulitan dalam mendapatkan akses internet.
SNL membutuhkan waktu empat hingga lima bulan dalam perjalanannya di ruang angkasa untuk nantinya menempati slot orbit 113 derajat Bujur Timur. Sesudah mencapai orbit, PSN akan melakukan In-Orbit Testing selama tiga minggu untuk memastikan seluruh perangkat SNL berfungsi dengan dengan normal pasca peluncuran.
Tahapan terakhir, PSN melakukan In-Orbit Acceptance Review (IOAR) untuk memastikan Satelit Nusantara Lima beserta infrastruktur pendukung lainnya (ground segment) seperti delapan stasiun bumi dan jaringan komunikasi lainnya telah diintegrasikan dan diuji serta berfungsi dengan baik.
Dengan kapasitas yang besar, SNL juga dapat memberikan layanan hingga ke Filipina dan Malaysia. Ia mengatakan PSN telah menjalin kerja sama dengan perusahaan layanan jasa satelit We Are IT Philippines Inc pada akhir 2022.
"Nantinya, kami akan membantu dalam menyediakan koneksi internet di daerah-daerah terpencil Filipina dengan kapasitas 13,5 Gbps. Penyediaan layanan ke ASEAN ini sekaligus memperkuat reputasi perusahaan dan negara di level internasional," jelas Satrio.