Top 5+ Fakta tentang Sunscreen yang Sering Diabaikan, Apa Saja?

sunscreen, tabir surya, dermatologi, manfaat sunscreen, fakta tentang sunscreen, penggunaan sunscreen dapat mencegah kanker kulit, sunscreen mencegah penuaan dini, 5 Fakta tentang Sunscreen yang Sering Diabaikan, Apa Saja?, 1. Sama pentingnya dengan menyikat gigi, 2. Area wajah dan tubuh yang sering terlupakan, 3. SPF tinggi lebih efektif, 4. Aplikasikan ulang setiap dua jam, 5. Jangan lupa pakai di musim dingin

Bicara soal perawatan kulit, sunscreen sering dianggap sepele. Padahal, produk satu ini punya peran penting bukan hanya untuk menjaga kulit tetap sehat, tapi juga melindungi dari risiko seperti kanker kulit hingga tanda penuaan dini.

"Saya ingin orang-orang berpikir tentang penggunaan sunscreen seperti mereka menyikat gigi," ujar Dr. Adam Friedman, profesor dan ketua dermatologi di Sekolah Kedokteran dan Ilmu kesehatan GW.

Menurutnya, kalau kita tidak bisa keluar rumah tanpa menyikat gigi, seharusnya kita juga punya pola pikir serupa terhadap sunscreen.

Berikut lima fakta penting tentang sunscreen, menurut Dr. Friedman.

5 fakta tentang sunscreen yang perlu kamu ketahui

1. Sama pentingnya dengan menyikat gigi

Berdasarkan survei tahun 2024 terhadap 2.200 orang Amerika, hanya 17 persen orang dewasa yang menggunakan sunscreen setiap hari.

Angka ini cukup rendah, padahal manfaat sunscreen sangat penting. Friedman menekankan bahwa kulit adalah organ terbesar tubuh, sehingga perawatannya sama pentingnya seperti gigi atau organ lainnya.

Dengan penggunaan rutin, kita bisa menurunkan risiko kanker kulit sekaligus memperlambat penuaan dini.

2. Area wajah dan tubuh yang sering terlupakan

Masih banyak orang mengira cukup mengoleskan sunscreen di wajah saja.

Padahal, menurut Friedman, ada area-area yang sering terlewat tapi justru rentan, misalnya bibir, kelopak mata, dan telinga.

Ia menjelaskan bahwa bibir tidak memiliki perlindungan alami yang sama dengan kulit, sehingga lebih sensitif terhadap sinar UV. Untuk mengatasinya, bisa menggunakan lip balm dengan SPF.

Hal yang sama juga berlaku untuk telinga dan kelopak mata. Friedman menyebutkan, kulit di kelopak mata sangat tipis sehingga lebih mudah rusak.

Bahkan, ia sering menemukan kasus kanker kulit di bagian atas telinga atau tepi heliks, yang menurutnya sulit untuk ditangani.

"Saya melihat banyak kanker kulit di bagian yang disebut tepi heliks. Itu adalah bagian paling atas telinga, dan itu bukan area yang mudah diobati untuk kanker kulit," jelas Friedman.

3. SPF tinggi lebih efektif

"Anda tidak bisa mengatakan sunscreen melindungi dari kanker kulit atau mempercepat penuaan kulit, kecuali sunscreen tersebut memiliki SPF 15 atau lebih tinggi," ucap Friedman.

Ia menjelaskan, sunscreen dengan SPF 30 bisa memblokir sekitar 97 persen sinar UVB, sementara SPF 50 melindungi hingga 98 persen.

Memang tidak ada produk yang bisa memberikan perlindungan 100 persen, tapi memilih SPF tinggi tetap disarankan karena kebanyakan orang tidak mengoleskan sunscreen dalam jumlah yang cukup tebal.

American Academy of Dermatology menyarankan sunscreen dengan SPF 30 atau lebih tinggi, tahan air, dan perlindungan spektrum luas yang melindungi dari sinar UVA dan UVB. 

Friedman menambahkan, rasa, tekstur, maupun harga produk dengan SPF tinggi sebenarnya tidak jauh berbeda dengan SPF rendah.

Jadi, lebih baik memilih yang proteksinya maksimal agar kulit tetap aman.

4. Aplikasikan ulang setiap dua jam

Saran klasik dokter kulit adalah mengoleskan ulang sunscreen setiap dua jam, terutama jika kita banyak berkeringat atau habis berenang.

Namun, Friedman mengakui bahwa hal ini tidak selalu mudah dilakukan.

"Secara teknis, Anda harus mengoleskannya kembali setiap dua jam. Saya bilang teknis, karena saya realistis dan siapa yang akan benar-benar melakukannya," katanya.

Artinya, meskipun sulit dilakukan sempurna, kita tetap sebaiknya berusaha mengaplikasikan ulang sunscreen ketika beraktivitas di luar ruangan.

5. Jangan lupa pakai di musim dingin

Terkadang orang berhenti pakai sunscreen ketika cuaca dingin atau mendung. Padahal, radiasi UV tetap ada sepanjang tahun.

Friedman mengingatkan bahwa melindungi kulit di musim dingin sama pentingnya seperti di musim panas.

Bahkan, ada konsisi kulit bernama dermatoporosis yang sering muncul pada lansia, karena paparan jangka panjang tanpa perlindungan, biasanya di area lengan bawah.

Ia menambahkan bahwa harus membiasakan diri menggunakan sunscreen setiap hari, tanpa memandang musim, akan membantu mengurangi kerusakan kulit.

Kelimat fakta tersebut, jelas bahwa sunscreen bukan sekadar produk biasa, tapi kebutuhan harian yang harus dilakukan.

Mulai dari melindungi organ, mencegah kanker kulit, hingga menjaga kulit tetap awet muda, semua bisa didapar asalkan rutin memakai sunscreen.

Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.