Induk ChatGPT Siap Bakar Uang Rp 1.882 Triliun, untuk Apa?

bakar duit, chatGPT, OpenAI, openAI bakar uang, pengeluaran openAI, pendapatan openAI, Induk ChatGPT Siap Bakar Uang Rp 1.882 Triliun, untuk Apa?

Perusahaan kecerdasan buatan (AI) induk ChatGPT, OpenAI, disebut siap "bakar uang" untuk bikin teknologi mereka semakin canggih dalam empat tahun ke depan.

Menurut laporan The Information yang dihimpun The Decoder, perkiraan pengeluaran dan belanja (cash burn) OpenAI kini diproyeksikan mencapai 115 miliar dollar AS (sekitar Rp 1.882 triliun) hingga 2029 mendatang.

Angka cash burn ini lebih dari tiga kali lipat dari estimasi awal yang disampaikan OpenAI pada April lalu. Saat itu, total pengeluaran diproyeksikan di kisaran 35 miliar dollar AS (sekitar Rp 572 triliun).

Selisih kurang lebih 80 miliar dollar AS (sekitar Rp 1.309 triliun) dari perkiraan awal ini dipicu oleh beberapa hal. 

Salah satunya adalah kebutuhan komputasi yang terus membengkak untuk melatih dan mengoperasikan model AI dan layanan yang ada di bawah naungan OpenAI, termasuk ChatGPT. 

Pada 2025 dan 2026 OpenAI disebut telah memperkirakan biaya pelatihan model AI masing-masing akan mencapai 9 miliar dollar AS (sekitar Rp 147 triliun) dan 19 miliar dollar AS (sekitar Rp 311 triliun).

Kemudian, OpenAI juga memiliki rencana untuk membangun pusat data dan chip khusus untuk AI yang bernilai hampir 100 miliar dollar AS (sekitar Rp 1.638 triliun).

Infrastruktur mandiri ini disebut dapat mengurangi ketergantungan pada penyedia cloud eksternal.

Selain tenaga komputasi, pengeluaran untuk menyediakan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten juga disebut akan naik secara signifikan.

Konon, OpenAI akan menyiapkan tambahan dana pengeluaran sekitar 20 miliar dollar AS (sekitar Rp 327 triliun) dalam bentuk kompensasi saham kepada karyawannya hingga 2030 mendatang. 

Kompensasi ini diberikan guna menarik sekaligus mempertahankan talenta AI yang ada di perusahaan. Hal ini bisa dibilang penting karena persaingan SDM dan talenta yang berkaitan dengan AI untuk saat ini terbilang cukup ketat.

Target pendapatan lebih tinggi

bakar duit, chatGPT, OpenAI, openAI bakar uang, pengeluaran openAI, pendapatan openAI, Induk ChatGPT Siap Bakar Uang Rp 1.882 Triliun, untuk Apa?

Ilustrasi logo OpenAI dan ChatGPT.

Seiring dengan proyeksi cash burn atau pengeluaran yang meningkat, OpenAI disebut optimistis pendapatan (revenue) mereka juga akan ikut terdongkrak.

Pada 2030 mendatang, total revenue OpenAI diproyeksikan berada di angka 200 miliar dollar AS (sekitar Rp 3.276 triliun).

Angka ini naik sekitar 15 persen dari proyeksi awal, serta selisih 85 miliar dollar AS (sekitar Rp 1.392 triliun) dari proyeksi cash burn di atas. Artinya, OpenAI akan tetap untung meski keluar duit banyak.

Produk jagoan OpenAI, yaitu chatbot ChatGPT disebut akan menjadi sumber pendapatan keuangan OpenAI di beberapa tahun ke depan.

Pada 2025 ini chatbot tersebut diperkirakan menghasilkan hampir 10 miliar dollar AS (sekitar Rp 163 triliun), kurang lebih 2 miliar dollar AS (sekitar Rp 32,7 triliun) lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya.

Hingga 2030 mendatang, kontribusi ChatGPT kepada pendapatan OpenAI diproyeksikan mencapai 90 miliar dollar AS (sekitar Rp 1.474 triliun), meningkat 40 persen dibanding prediksi awal.

Pendapatan ini berasal dari pelanggan berbayar. Meski demikian, OpenAI mulai mengincar revenue dari pengguna gratis ChatGPT lewat model bisnis komisi belanja dan iklan.

Pada 2026-2030 mendatang, pengguna gretong ChatGPT konon ditargetkan akan bisa menyumbang sekitar 110 miliar dollar AS (sekitar Rp 1.800 triliun), sebagaimana dirangkum KompasTekno dari TheDecoder, Selasa (9/9/2025). 

Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.