Motif Bunga Diprediksi Bakal Jadi Tren Fesyen 2026, Begini Kata Desainer
Motif bunga selalu memiliki tempat khusus dalam dunia fesyen, namun prediksi terbaru menunjukkan bahwa motif ini akan mendominasi tren fesyen global pada tahun 2026. Dengan keindahan estetika dan makna filosofis yang mendalam, motif bunga tidak hanya memikat secara visual, tetapi juga membawa nilai budaya dan spiritual.
Salah satu desainer yang mengangkat motif bunga ke level baru adalah Ariy Arka melalui jenama Abeey dengan koleksi terbarunya, Prana.
Artikel ini mengulas prediksi tren motif bunga dan bagaimana Ariy Arka mengintegrasikan simbolisme Jawa dalam desainnya untuk menciptakan fesyen yang bermakna.
Motif Bunga sebagai Tren Fesyen 2026
Menurut Ariy Arka, motif bunga akan menjadi pusat perhatian di dunia fesyen pada tahun 2026. Prediksi ini sejalan dengan tren global yang semakin mengarah pada fesyen yang menggabungkan estetika alami dengan nilai-nilai budaya. Motif bunga, dengan kelembutan dan keindahannya, mampu menghadirkan kesan elegan sekaligus relevan untuk berbagai kesempatan, mulai dari pakaian sehari-hari hingga busana untuk acara keagamaan.
“Motif bunga sendiri diprediksi akan menjadi tren di tahun 2026 mendatang,” ujar Ariy Arka.
Ariy juga menegaskan bahwa motif bunga sangat sesuai untuk berbagai jenis pakaian, termasuk Moslem Wear. Fleksibilitas motif bunga menjadikannya pilihan ideal untuk busana yang dikenakan dalam konteks spiritual, seperti shalat atau perayaan Lebaran, tanpa mengurangi nilai estetika.
“Sepengetahuan saya, kalau motif bunga itu tidak apa-apa digunakan untuk Moslem Wear atau dipakai beribadah seperti ke masjid ya karena selama ini pun banyak motif-motif bunga yang memang dikenakan,” jelas Ariy Arka.
Koleksi Prana: Inspirasi Wijaya Kusuma
Koleksi Prana dari Abeey, yang diambil dari bahasa Sanskerta yang berarti “energi hidup” atau “nafas kehidupan,” menghadirkan motif bunga Wijaya Kusuma sebagai elemen utama. Bunga sakral yang hanya mekar di malam hari ini melambangkan wahyu keprabon atau restu ilahi dalam tradisi Jawa, serta kemenangan sejati.
"Di koleksi Prana ini, saya menghadirkan bunga Wijaya Kusuma yang melambangkan kemenangan. Bagi orang-orang yang berada di titik terendah, coba berusaha bertahan. Jangan pernah mengeluh tapi jalani hidup dengan proses damai, tenang, jalani silaturahmi, apapun kenangan buruk, memory blocking, tolong hapus. Kalau nggak dihapus itu akan mengganggu kita,” kata Ariy Arka.
Wijaya Kusuma, dengan sifatnya yang mekar indah, harum dalam sunyi, dan gugur tanpa pamrih, menjadi simbol energi kemenangan jiwa. Dalam koleksi Prana, motif ini dihadirkan melalui bordir manual yang detail, mencerminkan koneksi mendalam dengan alam dan filosofi Jawa. Desain ini tidak hanya estetis, tetapi juga membawa pesan inspiratif tentang ketahanan dan kedamaian batin.
Desain dan Material yang Mendukung Tren
Koleksi ini mengusung konsep oversized style dengan potongan relaxed fit dan asimetris yang lembut, mencerminkan kebebasan aliran energi. Material yang digunakan, seperti washing jeans dan linen, bersifat breathable, memberikan kenyamanan maksimal bagi pemakainya.
Pilihan ini selaras dengan tren fesyen 2026 yang menekankan kenyamanan tanpa mengorbankan estetika. Bordir manual motif Wijaya Kusuma pada setiap potongan menambah sentuhan personal, memperkuat makna spiritual dan budaya yang ingin disampaikan.
Palet warna terdiri dari putih, dark navy, dan nude, yang terinspirasi dari keindahan alam dan Wijaya Kusuma. Putih melambangkan kemurnian, dark navy mencerminkan ketenangan, dan nude menghadirkan kehangatan alami. Kombinasi warna ini menciptakan harmoni visual yang mendukung tren fesyen yang berfokus pada elemen alami dan berkelanjutan. Warna-warna ini juga yang diprediksi akan menjadi favorit para pecinta fesyen tahun 2026.
Mengapa Motif Bunga Menarik untuk 2026?
Motif bunga, khususnya Wijaya Kusuma dalam koleksi Prana, menawarkan lebih dari sekadar keindahan visual. Motif ini membawa dimensi emosional dan spiritual, yang semakin dicari di tengah gaya hidup modern yang serba cepat.
Dalam konteks fesyen, motif bunga memberikan fleksibilitas untuk diterapkan pada berbagai jenis pakaian, dari casual wear hingga busana formal, termasuk Moslem Wear yang cocok untuk kegiatan keagamaan.
Pecinta fashion yang berkunjung ke Indonesia dapat menjelajahi butik-butik lokal atau pameran mode seperti JF3 Fashion Festival yang mengusung tema Recrafted: A New Vision pada 30 Juli–2 Agustus di Summarecon Mall Serpong. Koleksi Prana menunjukkan bahwa motif bunga tidak hanya relevan secara estetika, tetapi juga mampu membawa makna mendalam, menjadikannya pilihan ideal untuk fesyen 2026 yang mengutamakan keseimbangan antara keindahan, kenyamanan, dan nilai budaya.