Rahasia Tampil Lebih Segar Tanpa Ubah Bentuk Wajah, Ini Tren Anti Aging yang Bakal Booming di 2026

Ilustrasi wanita/kecantikan.
Ilustrasi wanita/kecantikan.

 Industri kecantikan global terus mengalami pergeseran signifikan, terutama dalam pendekatan perawatan anti aging. Prosedur minim-invasif dan non-invasif kini semakin diminati karena dinilai mampu memberikan hasil yang efektif tanpa risiko besar dan waktu pemulihan yang panjang.

Laporan Presedence Research 2025 mencatat bahwa preferensi pasar semakin mengarah pada teknologi yang mampu meningkatkan kekencangan dan elastisitas kulit tanpa tindakan bedah. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!

Perkembangan tersebut turut tercermin di Indonesia. Berbagai klinik kecantikan mulai mengadopsi teknologi berbasis energi sebagai alternatif perawatan wajah modern.

Marketing Manager PT Regenesis Indonesia, Dr Hellen Christianty, menyebutkan bahwa teknologi yang paling banyak diminati saat ini adalah sistem Radiofrequency (RF) dan Ultrasound Therapy atau HIFU, termasuk kombinasinya dengan metode lain seperti microneedling.

“Teknologi yang paling populer mencakup sistem berbasis Radiofrequency (RF) — dan juga Ultrasound therapy / HIFU (High-Intensity Focused Ultrasound), bahkan gabungan dengan metode seperti microneedling,” jelas Dr Hellen Christianty dalam keterangannya, dikutip Minggu 14 Desember 2025. 

Metode-metode tersebut bekerja dengan menstimulasi produksi kolagen dan elastin alami di dalam kulit, sehingga wajah tampak lebih kencang dan struktur kulit tetap tersangga tanpa sayatan. Pendekatan ini sejalan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap perawatan yang aman dan berkelanjutan, sebagaimana dicatat dalam Presedence Research 2025.

Seiring tren tersebut, PT Regenesis Indonesia memperkenalkan teknologi estetika terbaru yang mengusung pendekatan berbeda. Founder PT Regenesis Indonesia, Ron Pirolo, menilai bahwa arah kecantikan masa depan bukan lagi tentang perubahan wajah secara drastis, melainkan mengembalikan kondisi alami wajah agar terlihat lebih segar dan percaya diri.

“Regenesis untuk kesekian kalinya kembali menghadirkan tren baru yang akan booming di 2026, di mana setiap orang ingin terlihat terbaik dalam versi dirinya — bukan menjadi orang lain, bukan wajah yang berubah drastis, tapi wajah yang terasa kembali seperti dulu: lebih segar, lebih kencang, dan meningkatkan kepercayaan diri,” ujar Ron Pirolo.

Ia menambahkan bahwa penuaan tidak hanya memengaruhi kulit, tetapi juga otot wajah.

“Namun seiring usia, otot wajah melemah, kulit mengendur, dan garis halus makin nyata,” jelasnya.

Ron Pirolo juga mengungkapkan bahwa di Eropa, teknologi yang berfokus pada stimulasi otot wajah telah digunakan selama bertahun-tahun.

“Di banyak negara Eropa, sudah bertahun-tahun ada teknologi yang dapat membantu wajah ‘mengingat kembali’ kekuatannya — bukan dengan menarik atau mengisi, tetapi dengan melatih otot wajah untuk bekerja kembali seperti saat muda. Teknologi itu bernama WonderFace. Kini, untuk pertama kalinya, pengalaman ini tersedia di Indonesia,” bebernya.

Teknologi tersebut dikembangkan di Spanyol dan telah memenuhi standar keamanan Eropa. Hal ini disampaikan oleh Dr Elias Tam, Founder dan Medical Director EHA Group Clinic, Singapore, yang hadir dalam ajang ISWAM 2025.

“WonderFace lahir di Spanyol, dikembangkan oleh para ahli estetika Eropa yang percaya bahwa kecantikan terbaik adalah yang datang secara alami dari dalam tubuh. Mesin ini dibuat sepenuhnya di Spanyol dan mengikuti standar keamanan Eropa (CE Mark),” ungkap Dr Elias Tam.

WonderFace menggabungkan stimulasi neuromuskular dengan Radiofrequency (RF) untuk membantu meningkatkan tonus otot wajah dan mengurangi tanda-tanda penuaan tanpa prosedur invasif. Perawatan ini dilakukan tanpa pembedahan maupun suntikan, dengan durasi sekitar 25 menit.

Teknologi ini mulai diperkenalkan secara lebih luas di Indonesia melalui PT Regenesis dalam ajang International SWAM pada 5 Desember 2025 di ICE BSD, Tangerang. Kehadirannya dinilai membuka peluang baru bagi klinik kecantikan dalam menjawab kebutuhan pasien modern yang menginginkan hasil alami tanpa downtime.

Menurut Dr Hellen Christianty, inovasi ini diharapkan dapat diakses oleh lebih banyak masyarakat.

“Kami percaya bahwa inovasi estetika seharusnya bukan hanya untuk segelintir orang. WonderFace kami bawa agar semakin banyak masyarakat Indonesia bisa mendapatkan solusi anti-aging yang aman dan efektif, tanpa harus ke luar negeri,” jelasnya.

Dengan meningkatnya prevalensi perawatan anti-aging, WonderFace diprediksi menjadi salah satu tren kecantikan yang mencuat pada 2026. Teknologi ini menyasar pria dan wanita dewasa yang ingin mempertahankan tampilan muda dan segar tanpa mengubah karakter wajah secara ekstrem, sekaligus menandai babak baru pendekatan anti-aging di industri kecantikan Indonesia.