Penggunaan Perkakas yang Salah Bisa Merusak Motor
Perawatan sepeda motor kerap dikaitkan dengan penggantian oli secara rutin atau penggunaan bahan bakar yang sesuai spesifikasi. Namun ada satu hal yang sering luput dari perhatian, yakni penggunaan perkakas atau tools yang tepat saat melakukan servis.
Padahal, penggunaan alat yang tidak sesuai standar berpotensi menimbulkan kerusakan pada komponen kendaraan. Mulai dari baut yang dol, ulir rusak, hingga pemasangan komponen yang kurang presisi bisa terjadi jika pengerjaan dilakukan menggunakan alat yang tidak tepat.
Masalah tersebut tidak hanya ditemukan pada perbaikan skala besar, tetapi juga pekerjaan sederhana seperti mengganti oli mesin. Proses yang terlihat mudah ini tetap membutuhkan alat yang sesuai agar pengerjaan berlangsung aman dan tidak merusak komponen.
Kesadaran akan pentingnya penggunaan perkakas yang benar menjadi salah satu pesan yang diangkat dalam program Hasston Free Oil Day yang digelar di Jakarta pada Sabtu, 6 Juni 2026. Kegiatan ini bahkan berhasil mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Dalam acara tersebut, sebanyak 2.500 sepeda motor milik anggota Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) se-DKI Jakarta mendapatkan layanan penggantian oli gratis dalam satu hari.
Menariknya, proses penggantian oli dilakukan oleh 180 siswa SMK Walang Jaya Jakarta yang merupakan sekolah binaan Hasston. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana praktik langsung bagi para siswa untuk mengasah keterampilan di bidang otomotif.
Direktur Utama Hasston Indonesia, Hassan Nugroho, mengatakan bahwa kegiatan tersebut tak hanya memberikan manfaat bagi para guru, tetapi juga mengedukasi pentingnya perawatan kendaraan yang benar.
“Melalui program ini kami tidak hanya memberikan layanan penggantian oli gratis tetapi juga mengedukasi perlunya perawatan kendaraan menggunakan tools dengan benar yang berkolerasi dengan keselamatan berkendara,” ujarnya, dikutip VIVA Otomotif Jumat 12 Juni 2026.
Menurutnya, penggunaan perkakas yang tepat bukan sekadar memudahkan pekerjaan, tetapi juga membantu menjaga kualitas pengerjaan dan keselamatan kendaraan setelah servis dilakukan.