Mobil China Saling Sikut di Mei 2026

Diler Jaecoo
Diler Jaecoo

 Peta persaingan mobil China di Indonesia terus berubah. Jika sebelumnya BYD kerap mendominasi penjualan, pada Mei 2026 justru Jaecoo tampil sebagai merek asal Negeri Tirai Bambu dengan penjualan retail tertinggi.

Data penjualan dealer ke konsumen atau retail sales Gaikindo yang dilihat VIVA Otomotif Sabtu 13 Juni 2026 menunjukkan, merek-merek China semakin diterima pasar Indonesia. Bahkan beberapa di antaranya berhasil mengungguli merek Jepang yang sudah lebih lama bermain di Tanah Air. Secara nasional, penjualan retail mobil Indonesia mencapai 71.890 unit pada Mei 2026. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jaecoo menjadi sorotan utama setelah membukukan penjualan 3.000 unit sepanjang Mei 2026. Capaian itu menempatkannya sebagai merek China terlaris sekaligus masuk enam besar merek mobil nasional. Sementara BYD yang sebelumnya tampil agresif harus puas berada di posisi kedua di antara merek China dengan penjualan 2.892 unit. 

Geely juga menunjukkan perkembangan signifikan dengan penjualan 2.005 unit. Merek yang kembali masuk pasar Indonesia tersebut berhasil menembus daftar 10 besar merek mobil terlaris secara nasional pada Mei 2026. 

Wuling yang selama ini menjadi salah satu pelopor kendaraan listrik massal di Indonesia mencatat penjualan retail 1.640 unit. Sementara Chery membukukan 968 unit dan tetap menjadi salah satu pemain penting di segmen SUV.

Berikut daftar 10 merek mobil China terlaris di Indonesia pada Mei 2026 berdasarkan retail sales:

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

1. Jaecoo – 3.000 unit

2. BYD – 2.892 unit

3. Geely – 2.005 unit

4. Wuling – 1.640 unit

5. Chery – 968 unit

6. Aion – 454 unit

7. Morris Garage (MG) – 444 unit

8. Denza – 409 unit

9. Jetour – 300 unit

10. Xpeng – 276 unit

Persaingan merek China diperkirakan bakal semakin sengit pada paruh kedua 2026. Selain menghadirkan teknologi elektrifikasi dan fitur modern, banyak pabrikan baru mulai memperluas jaringan dealer serta layanan purnajual untuk menarik konsumen Indonesia. Tren ini menunjukkan dominasi merek Jepang mulai mendapat tantangan serius dari para pendatang baru asal China.