EMP Rilis Hasil RUPS, Bukukan Laba 2025 US$91,5 Juta

PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG)
PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG)

Kinerja sektor energi di Indonesia sepanjang 2025 masih diwarnai dinamika harga komoditas dan kebutuhan investasi yang terus meningkat. Di tengah kondisi tersebut, emiten dituntut menjaga pertumbuhan sekaligus memperkuat struktur permodalan agar tetap kompetitif. PT Energi Mega Persada Tbk (EMP) menjadi salah satu perusahaan yang berhasil mencatat kinerja positif sekaligus melangkah ke sejumlah keputusan strategis melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar di Jakarta.

Dalam keterangannya, Direktur Utama & CEO EMP Syailendra S. Bakrie menegaskan pelaksanaan RUPS berjalan lancar dengan seluruh agenda memperoleh persetujuan pemegang saham.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

RUPS yang digelar di Gedung Bakrie Tower, Jakarta Selatan, membahas berbagai agenda penting, mulai dari pengesahan laporan tahunan Direksi hingga persetujuan laporan keuangan tahun buku 2025 yang berakhir pada 31 Desember 2025. 

Pemegang saham juga memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab kepada jajaran Direksi dan Dewan Komisaris atas kinerja selama tahun berjalan. 

Dari sisi kinerja keuangan, EMP mencatat peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Perusahaan berhasil membukukan pertumbuhan di seluruh indikator utama, mencerminkan penguatan fundamental bisnis di sektor hulu energi.

“Dalam laporan keuangan periode 2025, EMP menunjukan kinerja FY 2025 yang semakin membaik dari FY 2024. EMP berhasil membukukan kenaikan Penjualan Bersih, EBITDA, dan laba bersih masing-masing sebesar 7%, 11%, dan 21% dari FY 2024 ke FY 2025,” ujarnya. 

Secara rinci, EMP mencatat penjualan bersih sebesar US$498 juta, EBITDA US$309 juta, serta laba bersih mencapai US$91,5 juta pada 2025. Pencapaian ini menunjukkan efektivitas strategi operasional perusahaan dalam menjaga pertumbuhan di tengah fluktuasi industri energi global.

Selain itu, RUPS juga menyetujui sejumlah agenda korporasi lain, termasuk penunjukan Kantor Akuntan Publik untuk audit laporan keuangan 2026, penetapan remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris, serta pelaporan realisasi penggunaan dana obligasi. Perubahan susunan Dewan Komisaris juga menjadi salah satu keputusan penting dalam agenda tersebut, sebagai bagian dari penguatan tata kelola perusahaan.

Sementara itu, dalam RUPSLB, EMP mengambil langkah strategis untuk memperkuat struktur permodalan jangka panjang melalui aksi korporasi besar.

“Meyetujui rencana Perseroan untuk melakukan Penawaran Umum Terbatas dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (“PMHMETD”) kepada pemegang saham Perseroan, termasuk perubahan Pasal 4 ayat (2) Anggaran Dasar Perseroan sehubungan dengan pelaksanaan PMHMETD.”

Rencana tersebut mencakup penerbitan maksimal 13,5 miliar saham baru yang akan digunakan untuk mendukung kebutuhan belanja modal serta modal kerja perusahaan dan entitas anak usaha. Untuk memastikan kelancaran aksi tersebut, pemegang saham pengendali beserta afiliasinya akan bertindak sebagai pembeli siaga.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Langkah ini dinilai menjadi bagian dari strategi EMP dalam memperkuat kapasitas pendanaan sekaligus mendukung ekspansi bisnis di masa mendatang. Selain itu, RUPSLB juga menyetujui penyesuaian Anggaran Dasar Perseroan agar sesuai dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025.

Melalui serangkaian keputusan tersebut, EMP menegaskan arah pengembangan bisnis yang lebih agresif namun tetap terukur, didukung kinerja keuangan yang solid serta struktur tata kelola yang terus diperkuat.