Hansi Flick Optimistis Barcelona Balikkan Keadaan Lawan Atletico Madrid di Leg Kedua

Barcelona, Atletico Madrid, Hansi Flick, Liga Champions, kartu merah, Pau Cubarsi, Giuliano Simeone, Julian Alvarez, Alexander Sorloth, Lamine Yamal, Hansi Flick Optimistis Barcelona Balikkan Keadaan Lawan Atletico Madrid di Leg Kedua

 Pelatih Barcelona, Hansi Flick, optimistis bisa membalikkan keadaan melawan Atletico Madrid di leg kedua perempat final Liga Champions (UEFA Champions League) 2025-2026.

Keyakinan ini tetap dipegang teguh meski skuad Barcelona baru saja menelan kekalahan 0-2 dari Atletico Madrid pada leg pertama yang berlangsung di Camp Nou, Kamis (9/4/2026) dini hari WIB.

Hasil tersebut membuat tim besutan Hansi Flick itu untuk sementara tertinggal dalam agregat gol.

Menanggapi defisit gol di ajang Liga Champions tersebut, Hansi Flick menyatakan bahwa timnya masih memiliki daya juang yang patut diandalkan.

Pertandingan penentuan leg kedua sendiri dijadwalkan bergulir di Stadion Riyadh Air Metropolitano pada Rabu (15/4/2026) dini hari WIB.

Sang pelatih sangat mengapresiasi penampilan anak asuhnya yang mampu berjuang keras meski kekurangan jumlah pemain akibat kartu merah.

“Tentu saja kami percaya kepada tim ini. Kami juga telah melakukan permainan yang sangat baik dengan sepuluh pemain (hari ini),” ujar Flick dikutip dari laman resmi klub.

Petaka Kartu Merah dan Ketertinggalan Gol

Momen krusial yang merugikan tuan rumah terjadi menjelang akhir babak pertama ketika Pau Cubarsi harus diusir keluar lapangan.

Sang pemain bertahan awalnya hanya menerima kartu kuning setelah dinilai melakukan pelanggaran terhadap Giuliano Simeone.

Namun, setelah wasit melakukan tinjauan ulang melalui layar VAR, keputusan tersebut direvisi menjadi hukuman kartu merah langsung pada menit ke-44.

Tampil dengan sepuluh pemain menjadi celah besar bagi pertahanan tuan rumah.

Memanfaatkan situasi tendangan bebas, Julian Alvarez sukses memecah kebuntuan lewat sepakan melengkung yang mengarah ke pojok kanan gawang pada menit ke-45.

Keunggulan tersebut bertahan hingga jeda, sebelum akhirnya Alexander Sorloth berhasil menggandakan keunggulan tim tamu menjadi 2-0 pada menit ke-70.

Meskipun harus mengakui keunggulan lawan di kandang sendiri, harapan belum padam.

Barcelona, Atletico Madrid, Hansi Flick, Liga Champions, kartu merah, Pau Cubarsi, Giuliano Simeone, Julian Alvarez, Alexander Sorloth, Lamine Yamal, Hansi Flick Optimistis Barcelona Balikkan Keadaan Lawan Atletico Madrid di Leg Kedua

Bek Barcelona, Pau Cubarsi (kiri), menerima kartu merah dari wasit Rumania, Istvan Kovacs, pada laga leg pertama perempat final Liga Champions antara FC Barcelona dan Club Atletico de Madrid di Stadion Camp Nou, Barcelona, ??pada 8 April 2026.

Diandalkannya sosok seperti Lamine Yamal beserta rekan-rekan setimnya menjadi tumpuan untuk bangkit di markas lawan nanti.

“Kami dalam kondisi yang positif. Kami akan memberikan segalanya nanti. Kami masih mempunyai peluang untuk membalikkan keadaan,” kata mantan pelatih timnas Jerman itu terkait peluang timnya.

Kritik Keras Terhadap Keputusan Wasit dan VAR

Selain fokus pada taktik pembalasan, sang pelatih juga memberikan pandangannya mengenai kepemimpinan wasit, terutama terkait insiden pengusiran pemain bertahannya.

"Saya tidak tahu pengusiran Cubarsi, bisa merah atau tidak, mungkin. Saya tidak yakin apakah dia cukup menyentuhnya. Bola ada di belakang," tegasnya.

Kekecewaan juru formasi ini semakin bertambah ketika menilai adanya inkonsistensi dari penggunaan teknologi VAR di lapangan.

Insiden yang disorot adalah dugaan pelanggaran sentuhan tangan oleh pemain bertahan lawan di area terlarang pada awal babak kedua.

"Ada situasi di mana mereka (Atletico Madrid) menyentuh bola dengan tangan mereka di kotak penalti dan saya tidak mengerti mengapa VAR tidak masuk."

Berdasarkan catatan musim ini, laju skuad Catalan memang kerap dijegal oleh anak asuh Diego Simeone, termasuk saat tersingkir di semifinal Copa del Rey dengan agregat 3-4.

Walau begitu, mereka juga memiliki rekor impresif berupa dua kemenangan (3-1 dan 2-1) di pentas Liga Spanyol melawan klub yang sama.

Sebagai penutup atas jalannya laga kali ini, Hansi Flick melemparkan kritik tajam terhadap kinerja pengadil lapangan dan asisten video.

"Itu normal untuk membuat kesalahan, tetapi dalam situasi seperti ini, mengapa kita memiliki VAR? Itu harus menjadi penalti dan kartu kuning kedua atau merah," terang Hansi Flick.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang