Japan Airlines Siapkan Layanan Jastip ke Bulan Mulai 2028
Japan Airlines bekerjasama dengan JALUX tengah membuat inovasi baru dalam dunia penerbangan luar angkasa.
Kedua perusahaan ini telah menandatangani perjanjian untuk misi pendaratan bulan (Misi 3) yang akan dijadwalkan pada tahun 2028.
Dilansir Kompas.com dari laman resmi Japan Airlines pada Jumat (29/5/2026), Japan Airlines dan JALUX berencana akan menjual kapasitas transportasi muatan dan melakukan pengiriman ke permukaan bulan.
Pada bulan November 2025, tiga perusahaan grup yakni JAL, JALUX dan JAL Engineering menandatangani nota kesepahaman (MOU) untuk menjajaki kolaborasi di bidang transportasi dan operasi bulan.
Dengan memanfaatkan kapasitas pengangkutan muatan, grup JAL akan meluncurkan inovasi baru yang dinamakan “ARGO PROJECT”.
Sebuah inisiatif untuk mewariskan budaya bumi di bulan untuk generasi mendatang menggunakan wahana pendaratan bulan ispace.
Apa itu ARGO PROJECT?
Secara resmi, proyek ini bernama “The ARGO Trans-Lunar Heritage Project” dengan konsep “The Ark Relaying for Generations Onward”.
Proyek ini bertujuan untuk mewariskan warisan budaya dan aktivitas manusia yang berharga kepada penghuni bulan di masa depan.
JAL Grup berpendapat bahwa dunia yang berubah semakin cepat menjadi resiko akan hilangnya berbagai artefak budaya.
Lingkungan bulan menawarkan lokasi untuk melindungi dan melestarikan aset budaya yang berharga hingga aset tersebut bisa dibuka untuk generasi mendatang.
Rencana pendaratan ARGO Ispace ke bulan
Dalam rencana pengiriman barang ke bulan JAL Grup akan membuat empat fase persiapan dan penerbangan.
- Fase 1: Pengembangan kontainer pengumpulan barang muatan
- Fase 2: Peluncuran roket transportasi dari orbit bumi dan bulan
- Fase 3: Pendaratan di bulan penempatan kontainer khusus
- Fase 4: Transfer budaya kepada umat manusia di bulan di masa depan
JALUX akan bertanggung jawab atas kontainer transportasi khusus ke bulan serta pengumpulan barang yang dimasukkan dan pengembangan kontainer khusus.
Desain kontainer transportasi ini berukuran sekitar 20 cm x 20 cm x 10 cm, memiliki kompertamen internal dengan menggunakan material yang mampu menahan lingkungan bulan dan melindungi isi kontainer.
Sementara JAL akan berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan perusahaan di seluruh Jepang untuk mengumpulkan barang-barang yang mencerminkan budaya modern seperti produk atau makanan khas daerah.
Selain itu, akan disiapkan kontainer khusus untuk membawa artefak budaya ke permukaan bulan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang