Xpeng Siapkan Layanan Khusus Sambut Mudik Lebaran 2026
Xpeng Indonesia memberi layanan purna jual khusus bagi pelanggannya selama periode mudik Lebaran. Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan seluruh kendaraan yang digunakan pemudik berada dalam kondisi optimal saat digunakan buat perjalanan jarak jauh.
Layanan ini bisa didapatkan pelanggan di Xpeng Service & Experience Center Pondok Indah.
“Progam siaga lebaran ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk memastikan pengguna Xpeng tetap mendapatkan dukungan purna jual khususnya pada periode mudik Lebaran. Kami ingin pengguna dapat melakukan perjalanan dengan tenang, aman dan nyaman bersama keluarga,” ujar Djohan Sutanto, CEO Erajaya Active Lifestyle.
Tak hanya itu, Xpeng Indonesia juga memberi paket pemeriksaan kendaraan pra-mudik tanpa biaya. Melalui paket ini, pabrikan ingin kondisi kendaraan setiap pengguna tetap prima sekaligus meminimalkan potensi kendala teknis selama perjalanan.

Paket Pemeriksaan Pra-mudik Gratis
- Kesehatan baterai
- Sistem dan port pengisian daya
- Sistem pengereman serta kondisi dan spooring ban
- Suspensi dan sasis
- Sistem kelistrikan dan pencahayaan
- Performa dan sistem pendingin udara
- Versi perangkat lunak dan pembaruan OTA
- Keselamatan sistem tegangan tinggi
- Filter kabin dan kondisi wiper
Layanan Tambahan Selama Periode Lebaran
Selain paket pemeriksaan pra-mudik, Xpeng Indonesia juga menghadirkan layanan tambahan. Tujuannya untuk memberi kenyamanan ekstra bagi pelanggan.
- Gratis pengisian daya AC (Alternating Current) dengan durasi maksimal satu jam atau hingga 17 kWh
- Prioritas layanan bagi pengguna yang melakukan perjalanan luar kota
- Gratis diagnostic scan apabila indikator atau lampu peringatan kendaraan menyala

Sebelumnya diberitakan bahwa diprediksi akan ada 144 juta orang melakukan perjalanan mudik pada Lebaran 2026. Perkiraan ini merupakan hasil survei nasional dengan potensi kenaikan jumlah pemudik dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.
Untuk menghindari kepadatan lalu lintas, pemerintah telah menyiapkan beragam langkah antisipasi, mulai dari pembatasan operasional angkutan barang sumbu tiga ke atas, contraflow, sistem satu arah (one way), hingga ganjil genap di sejumlah ruas tol yang berpotensi padat.