Syarat Masuk Vietnam 2026, Wajib Isi Kartu Kedatangan Digital
Pemerintah Vietnam menerapkan kartu kedatangan digital bagi pelaku perjalanan asing sebagai bagian dari proses modernisasi imigrasi.
Kebijakan ini diterapkan untuk mengikuti langkah di sejumlah negara di Asia, seperti India, China, Korea Selatan, dan Indonesia yang lebih dulu sudah menerapkan prosedur masuk tersebut, dilansir dari Visa News, Selasa (21/4/2026).
Menurut Kantor Imigrasi Kota Ho Chi Minh City, seluruh warga negara asing (WNA), baik yang memerlukan visa maupun tidak, wajib mengisi data pribadi dalam kartu tersebut melalui situs web resmi sebelum tiba di Vietnam.
Kebijakan ini mulai berlaku sejak Rabu (15/4/2026), sementara ini peraturan hanya diterapkan di Bandara Internasional Tan Son Nhat di Ho Chi Minh, pintu masuk tersibuk di Vietnam.
Setelah pernyataan tersebut disetujui, pelaku perjalanan asing akan menerima kode QR yang harus ditunjukkan kepada petugas imigrasi.
Syarat masuk Vietnam 2026, wajib isi kartu kedatangan digital
Harus diisi maksimal 72 jam sebelum ketibaan
Ilustrasi Ho Chi Minh City di Vietnam. Pemerintah Vietnam menerapkan kartu kedatangan digital bagi pelaku perjalanan asing untuk mengurangi antrean di bandara.
Kebijakan kartu kedatangan digital ini diterapkan untuk mempercepat prosedur imigrasi dan mengurangi antrean panjang yang sering terjadi di Bandara Internasional Tan Son Nhat.
Dalam beberapa tahun terakhir, waktu tunggu di imigrasi bisa mencapai 30–45 menit, bahkan hingga satu sampai dua jam saat jam sibuk, dengan antrean dilaporkan mencapai lebih dari 500 orang, dilansir dari Mainly Miles.
Pihak berwenang menyebut sistem ini memungkinkan petugas mengakses data penumpang secara elektronik melalui kode QR sehingga dapat mengurangi proses input manual.
Meski demikian, aturan ini sementara hanya berlaku di bandara tersebut dan belum diterapkan di bandara lain, dikutip dari The Straits Times.
Kartu digital ini hanya bisa diisi untuk jadwal kedatangan dalam 72 jam ke depan atau maksimal tiga hari sebelum tiba di Vietnam.
Jika belum diisi sebelum keberangkatan, pelaku perjalanan asing tetap dapat mengisinya saat tiba. Namun, hal ini berpotensi untuk menambah waktu antrean di imigrasi.
Kebijakan ini juga berlaku bagi warga Vietnam di luar negeri yang menggunakan visa.
Sementara itu, aturan ini tidak berlaku bagi warga negara Vietnam yang menggunakan paspor Vietnam, serta penumpang transit yang tidak melalui proses imigrasi.
Tahap pengisian kartu kedatangan digital Vietnam
Pemerintah Vietnam menerapkan kartu kedatangan digital bagi pelaku perjalanan asing untuk mengurangi antrean di bandara.
Formulir daring ini terdiri dari empat tahap utama.
Pertama, pelaku perjalanan asing diminta untuk mengisi informasi pribadi, seperti nomor paspor, tanggal kedaluwarsa, nama lengkap, jenis kelamin, tanggal lahir, kewarganegaraan, nomor telepon, dan e-mail. Jika tersedia, foto paspor dapat diunggah untuk mengisi data secara otomatis.
Bagi pelaku perjalanan asing yang memerlukan visa, wajib mencantumkan jenis dokumen masuk, seperti e-visa, pembebasan visa, atau izin tinggal, beserta nomor dan masa berlaku.
Kedua, pelaku perjalanan asing harus mengisi informasi perjalanan, termasuk negara asal, tujuan kunjungan, moda transportasi, nomor penerbangan atau kendaraan, serta detail akomodasi di Vietnam.
Ketiga, data yang telah diisi harus ditinjau ulang dan diverifikasi melalui kode OTP yang dikirim ke e-mail.
Keempat, setelah validasi berhasil, sistem akan menghasilkan konfirmasi berupa nomor file dan kode QR yang dapat diunduh.
Berpotensi diperluas
Ilustrasi Hanoi di Vietnam. Pemerintah Vietnam menerapkan kartu kedatangan digital bagi pelaku perjalanan asing untuk mengurangi antrean di bandara.
Kebijakan ini merupakan proyek percontohan yang berpotensi diperluas ke wilayah lain, seperti Hanoi dan Da Nang.
Meski saat ini hanya difokuskan pada Bandara Internasional Tan Son Nhat, formulir digital tersebut sudah mencakup moda perjalanan udara, darat, dan laut.
Maskapai penerbangan dan agen perjalanan juga didorong untuk menginformasikan aturan ini kepada pelaku perjalanan sebelum keberangkatan.
Meski diharapkan dapat mempercepat proses imigrasi, penerapan sistem digital ini diperkirakan masih akan menghadapi kendala awal, seiring dengan adaptasi dari petugas dan pelaku perjalanan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang