Fabregas Ungkap Kontak dari Klub Lain, Bertahan di Como karena Cinta

Cesc Fabregas, Como 1907, Liga Italia, Inter Milan, AS Roma, Como, Fabregas Ungkap Kontak dari Klub Lain, Bertahan di Como karena Cinta

Cesc Fabregas mengungkap bahwa dirinya akan sulit melatih klub Liga Italia lainnya selain Como 1907.

Belakangan, nama Cesc Fabregas dikaitkan dengan isu hengkang dari Como 1907 untuk melatih klub raksasa Liga Italia maupun klub top Eropa.

Arsenal dan Chelsea merupakan klub luar yang dikaitkan dengan Fabregas. Sedangkan klub Liga Italia yang disebut berminat adalah Inter Milan dan AS Roma.

Dilansir dari Football Italia, Fabregas menyebut bahwa dirinya sempat dikontak oleh klub lain di bursa transfer musim panas 2025.

Fabregas Terikat dengan Como

Namun, Fabregas menyebut bahwa dirinya sulit untuk melatih di klub Liga Italia lain, di luar Como 1907.

Keputusan Fabregas untuk bertahan di Stadion Giuseppe Sinigaglia kemudian berbuah manis, mengingat klub tersebut kini ada di lima besar Liga Italia dan masih berpotensi untuk turun di Liga Champions musim 2026-2027.

Selain itu, Como 1907 juga berpotensi untuk menjuarai Coppa Italia, mengingat mereka masih ada di babak semifinal dan akan menghadapi Inter Milan.

“Sepertinya itu sangat tidak mungkin, karena saya sangat terlibat dan terikat dengan Como,” ujar Fabregas.

“Memang benar saya dihubungi tahun lalu, tetapi saya memutuskan untuk tetap tinggal karena saya mencintai klub ini. Saya sangat senang dengan apa yang dapat saya lakukan dan apa yang telah kami capai di Como.

“Proyek ini sangat penting bagi saya. Saya tidak ingin terlihat sombong, tetapi saya melakukan pekerjaan ini murni karena kecintaan saya, jadi saya perlu merasa bahwa saya dapat melakukan sesuatu yang baru," imbuh Fabregas.

Selepas kemudian gagal meyakinkan Fabregas untuk keluar dari Como 1907, Inter Milan kemudian menunjuk Cristian Chivu, sedangkan AS Roma mengambil Gian Piero Gasperini dari Atalanta.

Fabregas Raih Trofi Enzo Bearzot

Cesc Fabregas sendiri baru mendapatkan trofi Enzo Bearzot yang diberikan untuk para pelatih di Liga Italia yang diberikan oleh FIGC dan ACLI.

Pelatih pertama yang mendapatkan gelar ini adalah Cesare Prandelli pada 2011. Sebelum Fabregas, Simone Inzaghi (2024) dan Gian Piero Gasperini (2025) jadi pemenang trofi Enzo Bearzot.

Nama trofi ini diambil dari pelatih legendaris Italia, Enzo Bearzot yang membawa Gli Azzurri menjuarai Piala Dunia 1982.

Fabregas menjadi pelatih asal Spanyol pertama yang diberikan trofi Enzo Bearzot.

“Ketika mereka memberi tahu saya bahwa saya memenangkan penghargaan ini, saya langsung mulai mempelajari sejarah Bearzot," ujar Fabregas.

"Ini adalah penghargaan untuk kota, untuk para pemilik, dan seluruh klub. Kami adalah sebuah keluarga, sungguh, dan merasa terhormat menerima penghargaan ini,” imbuh Fabregas.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang