Sejarah Bundesliga, Pelatih Putri Marie-Louise Eta Besut Union Berlin

Marie-Louise Eta, Union Berlin, Bundesliga, Sejarah Bundesliga, Pelatih Putri Marie-Louise Eta Besut Union Berlin

Union Berlin menunjuk Marie-Louise Eta sebagai pelatih interim sampai akhir musim 2025-2026. Ia mencetak rekor sebagai pelatih kepala putri pertama di Bundesliga.

Tak cuma itu, Marie-Louise Eta kini juga tercatat sebagai satu-satunya pelatih kepala putri dari tim yang berlaga di lima liga top Eropa.

Marie-Louise Eta ditunjuk sebagai pelatih kepala Union Berlin menggantikan Steffen Baumgart yang dipecat usai hasil buruk tim pada paruh kedua musim 2025-2026.

Keputusan pengangkatan Marie-Louise Eta diumumkan Union Berlin pada Minggu (12/4/2026).

Eta, yang kini berusia 34 tahun, sebelumnya telah mencatat sejarah sebagai asisten pelatih perempuan pertama di Bundesliga.

Manajemen Union Berlin memberikan mandat kepada Eta untuk menangani tim hingga akhir musim ini.

“Saya sangat senang klub mempercayakan saya tugas yang menantang ini,” ujar Eta dilansir dari AFP.

Union Berlin Alami Penurunan Performa

Pergantian pelatih ini tidak terlepas dari performa buruk Union Berlin yang mengalami penurunan signifikan setelah jeda musim dingin.

Kekalahan 1-3 dari tim juru kunci Heidenheim pada Sabtu (11/4/2026) menjadi faktor penentu yang mempercepat keputusan klub untuk mengakhiri kerja sama dengan Baumgart.

Secara keseluruhan, Union Berlin hanya mampu meraih dua kemenangan sejak periode Natal, yang membuat posisi mereka semakin rentan di papan klasemen.

Saat ini, Union Berlin hanya unggul tujuh poin dari zona play-off degradasi.

“Kami menjalani paruh kedua musim yang benar-benar mengecewakan,” kata tutur Direktur Olahraga Union Berlin, Horst Held.

“Situasi kami masih berbahaya dan kami sangat membutuhkan poin untuk bertahan di liga,” tuturnya menambahkan.

“Penampilan dalam beberapa pekan terakhir tidak memberi kami keyakinan bahwa kami bisa membalikkan keadaan dengan susunan yang sekarang,” ujar Held.

Penunjukan Eta diharapkan mampu membawa perubahan cepat, terutama dalam mengangkat mental dan performa tim yang tengah terpuruk.

Eta memiliki bekal berupa latar belakang kuat sebagai mantan pesepak bola putri berprestasi.

Saat memperkuat Turbine Potsdam, ia berhasil meraih gelar Liga Champions pada 2010 serta mengoleksi tiga trofi Bundesliga putri.

Tonggak Baru untuk Pelatih Putri

Rekam jejak tersebut menjadi salah satu alasan manajemen memberikan kepercayaan kepada Eta untuk mengambil peran penting di tim utama.

Menariknya, sebelum penunjukan ini, Eta sebenarnya sudah diberikan mandat untuk menangani tim putri Union Berlin mulai musim panas mendatang.

Namun situasi darurat mendorong Eta menempati pelatih interim tim putra Union Berlin di Bundesliga.

Langkah Union Berlin ini menjadi tonggak baru untuk pelatih putri di level atas sepak bola putra Eropa.

Sebelumnya, pelatih putri memang sudah pernah menangani tim putra, tetapi hanya di divisi bawah dan belum pernah di kasta tertinggi liga top Eropa.

Klub kasta ketiga Liga Jerman, Ingolstadt FC, saat ini ditangani oleh Sabrina Wittmann.

Sementara di Perancis, Corinne Diacre pernah melatih klub kasta kedua Clermont selama tiga musim hingga 2017.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang