Ribuan Router Wi-Fi Diretas, Data Rahasia Warga Dirampas
Alhasil, banyak kasus terungkap di mana dinas rahasia Rusia telah meretas router Wi-Fi kantor dan rumah milik warga Ukraina dan warga negara asing.
Perangkat-perangkat ini, yang dikenal sebagai peralatan SOHO (Small Office/Home Office), menjadi sasaran karena protokol keamanannya yang sudah ketinggalan zaman.
Setelah meretas router yang rentan, agen-agen Rusia mengalihkan lalu lintas melalui jaringan server DNS yang telah ada sebelumnya sehingga secara efektif mengubah diri mereka menjadi perantara digital.
Hal ini memungkinkan mereka untuk mengumpulkan kata sandi, token otentikasi, dan data sensitif lainnya, termasuk komunikasi email yang biasanya dilindungi oleh protokol SSL dan TLS.
Data yang dicuri memungkinkan serangan siber, sabotase informasi, dan pengumpulan intelijen strategis. Perhatian khusus diberikan pada komunikasi pegawai pemerintahan, unit Angkatan Bersenjata Ukraina, dan perusahaan industri pertahanan.
Mengutip situs Euromaidanpress, Rabu, 8 April 2026, operasi gabungan tersebut berhasil memblokir lebih dari 100 server dan membebaskan ratusan router di Ukraina dari kendali Rusia.
Hal ini secara signifikan diklaim melemahkan kemampuan intelijen militer Rusia dan mencegah potensi sabotase tingkat perangkat lunak terhadap peralatan tersebut.
"Kami bersama mitra-mitra Barat berhasil melakukan berbagai langkah komprehensif untuk meminta pertanggungjawaban semua individu yang terlibat dalam kejahatan siber ini," klaim SBU.
SBU juga menyarankan pemilik router untuk memeriksa model dan versi firmware perangkat mereka serta menginstal semua pembaruan keamanan yang tersedia. Jika pabrikan tidak lagi mendukung router tersebut, sebaiknya diganti dengan perangkat yang lebih modern.
Langkah-langkah penting lainnya meliputi mengubah kata sandi akses , menonaktifkan manajemen jarak jauh melalui internet dan memeriksa pengaturan untuk elemen yang mencurigakan. Penyedia layanan internet didesak untuk secara aktif mendukung klien dalam menerapkan langkah-langkah keamanan siber ini.