Alasan Arbeloa Setelah Madrid Dipecundangi Bayern Munich

Manajer Real Madrid, Alvaro Arbeloa
Manajer Real Madrid, Alvaro Arbeloa

 Real Madrid dipaksa menelan kekalahan pahit di kandang sendiri saat menghadapi Bayern Munich pada leg pertama perempat final Liga Champions. Bermain di Santiago Bernabeu, Los Blancos tumbang 1-2—hasil yang membuat langkah mereka semakin berat jelang leg kedua.

Madrid langsung berada dalam tekanan setelah Bayern mencuri dua gol cepat lewat Luiz Diaz (41’) dan Harry Kane (46’). Tuan rumah baru bisa membalas di babak kedua melalui Kylian Mbappe pada menit ke-74.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pelatih Madrid, Alvaro Arbeloa, tak menutup kekecewaannya. Ia menyoroti momen krusial setelah turun minum yang menjadi titik balik pertandingan.

"Kami berbicara saat jeda tentang bermain lebih ketat, tetapi [kebobolan] dengan cepat setelah jeda. Sebagian besar, penampilan kami di babak kedua sedikit lebih baik," kata Arbeloa di laman resmi UEFA.

Meski kalah, Arbeloa melihat ada secercah harapan dari gol Mbappe. Ia menilai timnya masih punya peluang untuk bangkit di leg kedua.

"Gol kami memberikan harapan, tetapi ini adalah malam di mana kami sadar bermain melawan tim yang berbakat dan berbahaya," ujar Arbeloa menambahkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kini, Madrid tak punya pilihan selain memburu kemenangan saat bertandang ke Allianz Arena. Tantangannya jelas berat—Bayern sedang dalam performa stabil dan percaya diri.

Namun, satu hal yang tak bisa diabaikan: Real Madrid punya sejarah panjang dan mental kuat di Liga Champions. DNA itulah yang kini jadi harapan terakhir Los Blancos untuk membalikkan keadaan di Munich.