Championship Liga 2, Garudayaksa FC Gigit Jari Gagal Kudeta Klasemen

Garudayaksa FC menuai hasil imbang tanpa gol saat menjamu Adhyaksa FC Banten dalam lanjutan Championship Liga 2 2025-2026.
Duel Garudayaksa vs Adhyaksa berlangsung di Stadion Pakansari, Kab Bogor, pada Jumat (3/4/2026) semalam. Laga ini sempat molor 45 menit lantaran terkendala cuaca hujan lebat.
Bermain di hadapan publik sendiri, Garudayaksa yang mengincar kemenangan untuk menggusur Adhyaksa dari puncak klasemen Grup 1 justru kehilangan taji.
Tak ada satu pun gol tercipta sepanjang laga. Wajah pelatih Garudayaksa, Widodo Cahyono Putro, sampai merengut berulang kali melihat anak asuhnya gagal menjebol gawang lawan.
Widodo CP yang berstatus pelatih anyar dan baru memimpin Garudayaksa FC di dua laga terakhir ini menyoroti betapa krusialnya duel kontra Adhyaksa, sehingga drama-drama di lapangan bermunculan.
"Memang tadi saya melihat ini partai krusial jadi ada drama-drama yang menguras tenaga, emosi tapi beginilah sepak bola," kata Widodo CP usai pertandingan Garudayaksa vs Adhyaksa yang berujung 0-0.
"Saya berharap tidak ada hal-hal yang lebih dari itu lalu menjadi bermusuhan. Cukup bermain 90 menit dan semua selesai," jelasnya.
Evaluasi Widodo CP
Sejatinya Garudayaksa FC banyak menciptakan peluang emas, tapi Widodo menilai para pemain kurang tajam. Sebuah problem klasik yang mesti segera ia benahi.
"Siapa sih yang tidak mau menang, sayang kita main di home dan kita tidak bisa menang. Para pemain sudah berkerja keras saya apresiasi itu tapi hasil belum rezekinya bagi saya," ujar Widodo.
"Kami banyak peluang, tapi memang tidak bisa dikonversi menjadi gol. Nanti ini yang akan saya asah di mana peluang sekecil apa pun harus menjadi gol," jelasnya.
Pelatih Garudayaksa FC, Widodo Cahyono Putro, memimpin sesi latihan menjelang pertandingan Championship Liga 2, Kamis (26/3/2026).
Widodo meminta timnya berbenah karena perburuan tiket promosi ke Super League musim depan kini semakin ketat. Harus cepat membaca situasi kebuntuan agar tidak berkepanjangan.
"Bagaimana kita tidak bisa menciptakan gol lewat bola crossing atau umpan tarik. Besok kita akan maksimalkan semua situasi yang ada menjasi gol," imbuh Widodo.
"Contoh laga tadi hujan seharusnya banyak mencoba melakukan shoot karena bola kan licin, tetapi sedikit sekali dilakukan."
"Padahal, itu pertandingan bagus karena bola licin karena hujan. Tapi yang pasti tidak ada kata putus asa untuk pemain," cetusnya.
Langkah Berat Garudayaksa FC
Hasil imbang melawan Adhyaksa berarti kans menyalip lenyap seketika. Garudayaksa tetap berselisih dua poin dari pesaing terkuatnya itu, yakni, 42 berbanding 44.
Garudayaksa bahkan bisa dipepet Sumsel United yang baru akan bertanding nanti malam melawan Persiraja Banda Aceh. Mereka bisa memangkas selisih dari lima menjadi dua poin saja (40) andai menang.
Hal ini bisa membahayakan misi Garudayaksa meraih tiket promosi, tapi toh Widodo Cahyono Putro tetap tenang. Dia pantang menyerah karena masih ada sisa empat pertandingan.
"Saya akan berusaha dan kerja keras karena ada sisa pertandingan. Kalau jadi beban atau malah terbebani lebih baik mati saja."
"Masih ada beberapa laga jadi harus fighting spirit dan kesempatan masih ada dan Tuhan pasti akan kasih jalan dan kita harus optimis," tandas Widodo CP.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang