Sassuolo Lawan Wabah dan Tahan Juve, Jay Idzes dkk Lampaui Ekspektasi
Wabah tak menghancurkan Sassuolo. Jay Idzes dkk tampil melebihi ekspektasi sang pelatih dan mampu mencuri poin di kandang Juventus.
Jay Idzes ikut berkontribusi dalam keberhasilan Sassuolo menahan imbang Juventus pada pekan ke-30 Liga Italia 2025-2026.
Duel Juventus vs Sassuolo yang digelar di Stadion Allianz, Sabtu (21/3/2026) atau Minggu dini hari WIB berujung dengan skor 1-1.
Dalam pertandingan itu, Jay Idzes dipercaya mentas sebagai palang pintu Sassuolo. Bek Timnas Indonesia tersebut bertandem dengan Tarik Muharemovic.
Sassuolo bobol lebih dulu, setelah Kenan Yildiz mampu menuntaskan sebuah operan mendatar dari Francisco Conceicao pada menit ke-14.
Tim Tamu arahan Fabio Grosso kemudian menemukan gol balasan pada awal babak kedua, via sepakan Andrea Pinamonti (52') dari dalam kotak penalti.
Hasil 1-1 di markas Juventus jelas membahagiakan pelatih Sassuolo, Fabio Grosso. Apalagi, pada rentang sepekan terakhir kubu Il Neroverdi (Si Hitam-HIjau) diganggu oleh wabah batuk rejan (pertusis).
Sejauh ini baru satu kasus yang terkonfirmasi. Namun, empat pemain sudah diisolasi yakni Nemanja Matic, Kristian Thorstvedt, Woyo Coulibaly, dan Stefano Turati.
Situasi kian sulit lantaran sejumlah personel semodel Fali Cande, Alieu Fadera, Daniel Boloca, dan Edoardo Pieragnolo masih harus menepi karena cedera.
“Itu adalah penampilan yang fantastis, benar-benar luar biasa, melampaui semua ekspektasi terbaik sekalipun,” ujar Grosso kepada Sky Sport Italia.
“Ini adalah pekan yang sangat sulit, tetapi kami menggali keberanian dan mendapat ganjarannya."
"Para pemain tampil di level yang sangat tinggi, dan dalam situasi seperti ini Anda juga sering membutuhkan sedikit keberuntungan, tetapi dengan sistem kami, sikap, dan determinasi, kami pantas mendapatkan satu poin ini,” ujar Grosso menambahkan.
Raihan hasil seri Sassuolo di kandang Juventus juga tak lepas dari aksi apik sang kiper, Arijanet Muric.
Pada menit ke-87, Muric menangkap sepakan penalti Manuel Locatelli. Hadiah penalti diberikan kepada Juventus usai Jay idzes kedapatan menyentuh bola tandukan Dusan Vlahovic dengan tangan di kotak 16 meter.
“Kami sudah sangat dekat dengan akhir ketika penalti diberikan, ada begitu banyak kesulitan, tetapi saya meminta para pemain untuk bertahan apa pun yang terjadi,” ucap Grosso.
Grosso pun memuji mentalitas anak asuhnya yang tak hanya puas dengan hasil imbang.
“Pada titik tertentu, mungkin mereka satu-satunya di dunia yang pada menit ke-93 saat tandang ke Juventus masih mengambil dua sepak pojok beruntun dan terus mendorong untuk mencetak gol tambahan, tanpa mencoba mengulur waktu.
“Itulah hal hebat dari tim Sassuolo ini, keberanian dan kepercayaan diri yang polos yang memungkinkan kami meraih hasil ini,” ucap Grosso yang sebagai pemain pernah mengantar Italia juara Piala Dunia 2006.
Sebelum ini, Sassuolo tidak pernah meraih hasil imbang di kandang Juventus dalam laga Serie A. Catatan dalam 10 partai sebelumnya adalah sembilan kali kalah dan sebuah kemenangan pada 2021.
“Saya mengambil risiko besar malam ini, tetapi saya mempercayai para pemain muda yang pantas mendapatkan kesempatan ini."
:Dengan meminta keberanian dari para pemain, saya juga harus menunjukkannya, kalau tidak saya tidak akan kredibel. Saya memilih banyak pemain bertipe menyerang, kami mengambil risiko, tetapi saya menyukai sikap kami dan bahwa kami menciptakan cukup banyak peluang melawan lawan yang kuat,” ucap Grosso.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang