Analisis Fabio Grosso Usai Jay Idzes dkk Digasak Inter Milan 0-5
Sassuolo harus rela gawangnya dibobol lima kali oleh Inter Milan pada lanjutan pekan ke-24 Liga Italia 2025-2026.
Pertandingan Sassuolo vs Inter Milan berlangsung di Stadion Mapei, Senin (9/2/2026) dini hari WIB.
Arijanet Muric harus memungut bola dari gawangnya sebanyak lima kali setelah Inter Milan mencetak gol melalui Yann Bisseck (11'), Marcus Thuram (28'), Lautaro Martinez (50'), Manuel Akanji (53'), dan Luis Henrique (89').
Setelah pertandingan, pelatih Sassuolo, Fabio Grosso mengakui ada kesalahan yangd dibuat tim asuhannya sehingga dengan mudah gawangnya dibobol oleh Inter Milan.
Ia tak menampik jika Sassuolo bermain terlalu berani sejak babak pertama sehingga dengan mudahnya dibobol oleh para pemain Nerazzurri.
"Babak pertama yang berkualitas tinggi, mungkin bahkan sedikit terlalu berani. Peluang yang kami kebobolan muncul karena kami kurang fokus," kata Grosso kepada Sky Sport setelah pertandingan.
"Kami perlu lebih memahami kapan harus mencoba hal-hal tertentu dan kapan harus menunggu. Ada beberapa hal yang perlu kami tingkatkan di awal babak kedua."
"Kami gagal memanfaatkan dua situasi bola mati, padahal biasanya kami sangat bagus dalam situasi tersebut," sambungnya.
Terlalu Berani Ambil Risiko
Grosso mengatakan jika Jay Idzes dkk memang terlalu bermain penuh risiko sehingga dengan mudah dibobol oleh Inter Milan.
Baginya, Nerazzurri berhasil menemukan titik lemah Neroverdi sehingga membuat lima gol bersarang di gawang mereka.
"Itu salah satu hal yang perlu kami tingkatkan dan kembangkan, yang menunjukkan seberapa banyak hal baik yang telah kami lakukan sejauh ini, dan seberapa sulitnya untuk terus melakukannya di kompetisi ini."
"Kami telah melakukan beberapa hal baik dan beberapa hal yang kurang baik, dan ketika Anda menghadapi tim sekaliber ini, mereka akan mengekspos kelemahan Anda," jelasnya.
Lebih lanjut, ia juga mengkritik cara bermain Sassuolo yang dianggap terlalu terbuka sehingga cara tersebut justru menjadi bumerang.
"Pada babak pertama, saya pikir kami bahkan kalah karena Anda harus tahu kapan harus bermain. Anda tidak bisa bermain seperti ini selama 90 menit, Anda harus memahami momen-momennya.
"Ini semua adalah hal-hal penting yang menjadi ciri tim yang telah matang, sebuah perjalanan panjang, dan semua hal itu akan kami tingkatkan," tambahnya.
Selebrasi Lautaro Martinez usai mencetak gol dalam pertandingan sepak bola Serie A Liga Italia antara Udinese vs Inter Milan di Stadion Friuli di Udine pada 17 Januari 2026. (Foto oleh ANDREA PATTARO / AFP)
Grosso Akui Kualitas Inter Milan
Fabio Grosso memberikan pujian kepada penampilan Inter Milan yang ia akui sebagai salah satu tim papan atas dengan level tinggi.
Menghadapi tim semacam itu, Grosso menegaskan jika para pemainnya harus pandai melihat posisi.
"Mereka memiliki karakteristik tim papan atas, mereka berada di level yang sangat tinggi, dan Anda harus pandai mempertahankan posisi Anda."
"Anda harus menemukan lawan yang sedang mengalami hari buruk, tetapi itu tidak terjadi, dan selamat kepada mereka dan kepada Cristian, yang melakukan pekerjaan hebat. Kami menantikan pertandingan berikutnya," tambahnya.
Selain itu, kartu merah yang diterima Nemanja Matic membuat beban Sassuolo semakin berat mengingat lawan yang dihadapi memiliki level yang tinggi.
"Ketika Anda bermain dengan sepuluh pemain melawan tim ini, itu menjadi sulit. Ini level yang tinggi, sulit, Anda harus melakukan banyak hal dengan baik, Anda harus hadir sepanjang pertandingan."
"Sembilan dari sebelas pemain inti menjalani pemulihan selama tujuh hari penuh, dan itu hampir jarang terjadi bagi mereka. Tapi saya selalu melihat sisi positifnya, dan kami ingin melanjutkan jalan yang akan membawa kami menuju tujuan kami," tegasnya
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang