Ledakan di Masjid Jember Saat Tarawih, Jemaah Sempat Lanjutkan Shalat

Terjadi ledakan di Masjid Raya Pesona Regency, Kelurahan Patrang, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Senin (16/3/2026).
Peristiwa tersebut terjadi saat warga sekitar sedang menunaikan ibadah shalat tarawih. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden ledakan tersebut.
Namun, akibat ledakan di masjid Jember tersebut, atap serta sejumlah fasilitas mengalami kerusakan. Kemudian, satu orang dirawat di rumah sakit karena alami gangguan pendengaran.
Usai Dengar Ledakan, Jemaah Lanjutkan Shalat Tarawih
Teguh Muharjono, salah satu warga yang ikut melaksanakan shalat tarawih tepat di barisan belakang imam, mengaku kaget saat mendengar suara ledakan keras di dalam masjid.
"Rakaat ke-16 terus meledak duar," ungkap warga RT 2 RW 20 yang tak jauh dari masjid, dilansir dari Kompas.com.
Menurut dia, ketika dentuman terdengar, jemaah masih melanjutkan shalat tarawih hingga menyelesaikan satu rakaat terakhir.
"Terus (shalat) jemaah langsung berhenti total," ucapnya.
Ia menjelaskan, di dalam masjid terdapat dua saf jemaah yang mengikuti tarawih, sementara di area luar atau pelataran ada sekitar enam orang.
Salah satu jemaah yang berada di bagian luar, dekat dengan titik ledakan, mengalami gangguan pendengaran dan telah dilarikan ke RSUD dr Soebandi Jember untuk mendapatkan penanganan.
Sumber Ledakan Dekat Tempat Wudhu Pria
Teguh menyebut, sumber ledakan berada di sekitar tempat wudhu pria. Warga sempat menduga asal ledakan berasal dari sebuah lemari di area tersebut.
Menurutnya, lemari berbahan besi itu biasa digunakan untuk menyimpan sarung milik jemaah.
"Sering digunakan, karena memang di situ tempatnya (sarung)," tutur dia.
Teguh menambahkan, sebelum kejadian tidak ada tanda-tanda mencurigakan. Ibadah berlangsung normal seperti biasanya. Bahkan ia mengira suara tersebut berasal dari petasan.
"Perkiraan warga mercon. Tapi wong itu begitu duar itu ada asap dari plafon itu," tandasnya.
Penyebab Ledakan Masih Diselidiki
Polisi masih mendalami penyebab ledakan yang terjadi di masjid Jember saat pelaksanaan shalat tarawih.
Proses penyelidikan dilakukan oleh Tim Penjinak Bom (Jibom) dan Laboratorium Forensik (Labfor) dari Polda Jawa Timur. Hingga Selasa (17/3/2026), petugas masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Sejak dini hari, tim gabungan tampak mengumpulkan berbagai barang bukti di lokasi guna mengungkap sumber ledakan. Garis polisi juga masih terpasang di sekitar area masjid hingga ke jalan di sekitarnya.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jember, Angga Riatma, menyampaikan bahwa penyelidikan masih dalam tahap awal.
“Untuk saat kami belum bisa menyimpulkan dugaan sementara karena masih awal dan belum melakukan olah TKP lanjutan,” kata Angga, dikutip dari Kompas.com.
Polisi telah menetapkan status quo di lokasi dengan memasang garis pembatas dan mengimbau masyarakat agar tidak mendekat demi alasan keamanan.
“Kita lakukan status quo perimeter dan menghimbau masyarakat untuk tidak mendekat ke posisi ledakan tersebut,” terangnya.
Tim Inafis Satreskrim Polres Jember juga telah diterjunkan untuk membantu proses olah TKP. Selain itu, koordinasi dilakukan dengan Tim Jibom Polda Jawa Timur guna melakukan sterilisasi area.
“Siang ini (17/3/2026) ini kita berkoordinasi dengan Jibom untuk melakukan sterilisasi,” ucap Angga.
Untuk sementara, aktivitas ibadah di masjid tersebut dihentikan demi menjaga keselamatan jemaah.
Sebagian tulisan di artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "" dan "Ledakan Saat Tarawih di Masjid Jember, Tim Penjinak Bom Diterjunkan"
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang