Timothée Chalamet Jadi Bahan Candaan di Oscar 2026 Usai Komentar Soal Balet dan Opera
Ajang Academy Awards atau Oscar 2026 diwarnai kontroversi setelah aktor Timothée Chalamet menjadi sasaran candaan di panggung utama sekaligus gagal meraih piala Aktor Terbaik di tengah kritik terhadap komentarnya tentang balet dan opera.
Peristiwa tersebut terjadi dalam malam penganugerahan Oscar ke-98 yang berlangsung di Dolby Theatre, Hollywood, Amerika Serikat, pada Minggu (15/3/2026) malam waktu setempat.
Kontroversi ini bermula dari pernyataan Chalamet dalam sebuah diskusi publik yang kemudian memicu kritik dari komunitas seni pertunjukan.
Candaan di panggung Oscar memicu kontroversi
Komentar Chalamet tentang balet dan opera bahkan menjadi bahan candaan pembawa acara Oscar, Conan O’Brien, saat membuka acara.
Dalam monolognya, O’Brien mengatakan keamanan acara malam itu sangat ketat.
“Keamanan malam ini sangat ketat. Saya diberi tahu ada kekhawatiran serangan dari komunitas opera dan balet,” kata O’Brien, seperti dikutip dari Entertainment Weekly (15/3/2026).
Candaan itu merujuk pada kontroversi yang sebelumnya melibatkan Chalamet.
Kamera kemudian menyorot Chalamet yang duduk di antara penonton bersama Kylie Jenner. Keduanya terlihat tertawa menanggapi candaan tersebut.
O’Brien kemudian menambahkan satu lelucon lagi sebelum melanjutkan acara.
“Mereka juga marah karena kamu tidak menyebut jazz,” ujarnya.
Komentar soal opera dan balet picu kritik
Kylie Jenner dan Timothee Chalamet di Golden Globes 2026. Komentar Timothée Chalamet tentang ballet dan opera memicu kontroversi hingga menjadi bahan candaan di panggung Oscar 2026.
Kontroversi ini bermula dari percakapan Chalamet dalam sebuah diskusi yang membahas masa depan industri film.
Dalam kesempatan tersebut, ia mengatakan tidak tertarik bekerja di bidang seni pertunjukan seperti opera atau balet.
“Saya tidak ingin bekerja di balet atau opera, atau hal-hal seperti itu yang seolah hanya berusaha mempertahankan sesuatu yang sebenarnya sudah tidak lagi dipedulikan orang,” kata Chalamet.
Meski kemudian ia menambahkan bahwa ia tetap menghormati para pelaku seni tersebut, pernyataan itu tetap memicu kritik.
Aktris Whoopi Goldberg menilai komentar tersebut terasa tidak tepat, apalagi Chalamet berasal dari keluarga yang dekat dengan dunia tari.
“Ketika seseorang berasal dari keluarga seni tari lalu meremehkan bentuk seni lain, rasanya tidak menyenangkan,” kata Goldberg dalam acara The View.
Reaksi dari tokoh seni
Sejumlah tokoh seni dan pelaku industri hiburan ikut menanggapi pernyataan tersebut.
nama seperti Steven Spielberg, Doja Cat, hingga balerina Misty Copeland termasuk yang mengkritik komentar Chalamet.
Aktor Nathan Lane juga memberikan tanggapan dalam wawancara di acara The View. Ia menilai seni pertunjukan klasik memiliki daya tahan yang kuat dalam sejarah budaya.
“Orang akan tetap menonton Swan Lake dan La Traviata lama setelah seseorang bertanya siapa Timothée Chalamet,” ujar Lane.
Namun, sebagian pihak menilai kontroversi tersebut justru membuat publik kembali membicarakan seni pertunjukan klasik.
Chalamet gagal raih Oscar
Di tengah polemik tersebut, Chalamet juga gagal meraih penghargaan Aktor Terbaik.
Ia dinominasikan melalui film Marty Supreme, drama tentang atlet tenis meja yang ambisius. Film tersebut masuk Oscar dengan sembilan nominasi, termasuk Film Terbaik dan Sutradara Terbaik.
Namun, menurut laporan USA Today (15/3/2026), film tersebut tidak memenangkan satu pun penghargaan.
Piala Aktor Terbaik akhirnya dimenangkan oleh Michael B. Jordan melalui perannya sebagai sepasang saudara kembar dalam film vampir Sinners.
Sebelumnya, Chalamet sempat dianggap sebagai kandidat kuat setelah memenangkan penghargaan Aktor Terbaik di Golden Globes dan Critics Choice Awards.
Meski demikian, sejumlah pengamat menilai kontroversi mengenai komentarnya tentang balet dan opera kemungkinan tidak memengaruhi hasil voting Oscar karena polemik tersebut baru ramai dibicarakan menjelang akhir periode pemungutan suara.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang