Pramono Minta Semua BUMD Lakukan Program Bedah Rumah
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mendorong seluruh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk melakukan program bedah rumah.
Hal ini sebagai salah satu upaya meningkatkan kualitas hunian dan kesejahteraan masyarakat di ibu kota.
Adapun hari ini, Pramono resmi menyerahkan 26 rumah hasil program bedah rumah hasil kolaborasi dari Baznas Bazis DKI Jakarta bersama beberapa Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hingga swasta.
“Jadi, tentunya semua BUMD diberikan kesempatan. Hari ini yang bersama-sama dengan Baznas Bazis adalah PAM Jaya, kemudian Dharma Jaya. BUMN-nya ada Pertamina, Pegadaian. Swastanya juga ada Tokio Marine dan PT Malahayati,” kata Pramono kepada wartawan di kawasan Jakarta Pusat, Senin, 16 Maret 2026.
Untuk program rumah dari Baznas Bazis, Pramono menjelaskan dibutuhkan anggaran sebesar Rp50.000.000 hingga Rp55.000.000 per rumah.
Selama rumah dibedah, warga pun sementara tinggal mengontrak atau menyewa kost. Biaya dari sewa kontrakan atau kost tersebut juga ditanggung oleh pihak Baznas Bazis.
Adapun diketahui PAM Jaya membedah 15 unit rumah, Dharma Jaya 10 unit rumah, Pertamina delapan unit, Pegadaian dua unit, Tokio Marine lima unit rumah dan PT Malahayati Nusantara Raya 16 unit rumah.
Sementara sejak 2019 hingga 2025, Baznas Bazis telah melakukan bedah rumah di 3.509 rumah. Secara rinci, 706 rumah di Jakarta Barat, 501 rumah di Jakarta Pusat, 953 rumah di Jakarta Selatan, 1.162 rumah di Jakarta Timur, 293 rumah di Jakarta Utara dan 79 rumah Kepulauan Seribu.
Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno berharap dinas-dinas di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI memiliki program bedah rumah sebagai wujud kepedulian dan gotong royong meningkatkan kesejahteraan warga di Ibu Kota.
Dia menyampaikan, permukiman menjadi salah satu masalah utama di Jakarta. Menurut Wagub, jumlah penduduk saat ini melebihi kapasitas luas wilayah.
Karena itu, Pemprov DKI Jakarta membangun rumah susun yang juga bertujuan membenahi lingkungan tak layak. (Ant)