Kata Capello Usai Atalanta Vs Bayern 1-6: Untung Hanya Bobol 6 Gol
Fabio Capello menyebut bahwa skor 1-6 Atalanta vs Bayern Muenchen di babak 16 besar Liga Champions sebagai pelajaran untuk sepak bola Italia.
Hasil Liga Champions Atalanta vs Bayern Muenchen berujung dengan skor 1-6, pada leg pertama babak 16 besar yang digelar di Stadion Atleti Azzurri d' Italia, Selasa (10/3/2026) atau Rabu (11/3/2026) dini hari WIB.
Bayern Munchen mampu tampil digdaya dengan menggelontor gawang Atalanta lewat Josip Stanisic (12'), Michael Olise (22' dan 64'), Serge Gnabry (25'), Nicolas Jackson (52'), dan Jamal Musiala (67').
Sementara, Atalanta hanya mampu membalas satu gol melalui Mario Pasalic di menit ke-90+3.
Namun, kemenangan Bayern Muenchen atas Atalanta harus dibayar mahal oleh tim tamu, usai sang kiper Jonas Urbig dikabarkan cedera selepas laga.
Mantan pelatih asal Italia, Fabio Capello, saat menghadiri seremoni Laureus World Sports Awards di Paris pada 8 Mei 2023.
Atalanta Beruntung Hanya Kalah 1-6 dari Bayern Muenchen
Cedera Urbig ini kemudian membuat Bayern Muenchen kemudian menderita krisis kiper. Pasalnya, sang kiper utama, Manuel Neuer juga tengah cedera.
Hasil minor yang diterima Atalanta dari Bayern Muenchen kemudian membuat salah satu pelatih senior Liga Italia, Fabio Capello memberikan komentar.
Dilansir dari Goal, Capello mengungkapkan bahwa Atalanta beruntung hanya kebobolan enam gol, mengingat sang kiper Marco Carnesecchi melakukan beberapa penyelamatan gemilang.
"Atalanta beruntung hanya kebobolan enam gol karena kiper mereka melakukan beberapa penyelamatan hebat; bisa saja lebih banyak lagi," ujar Capello.
"Penampilan Bayern Muenchen adalah pelajaran bagi sepak bola Italia. Tim Palladino adalah satu-satunya yang lolos ke babak 16 besar dan telah mengalahkan Borussia Dortmund."
"Akan tetapi melawan tim papan atas Jerman, mereka praktis tidak ada artinya," imbuh Capello.
Kesan Capello Soal Permainan Bayern Muenchen
Capello mengaku terkesan dengan permainan yang ditampilkan oleh Bayern Muenchen dalam pertandingan melawan Atalanta.
"Saya melihat sebuah tim yang melakukan pressing dan berlari, dengan kualitas yang mengesankan di seluruh tim dalam hal umpan dan visi," ujar Capello.
"Setiap kali mereka merebut bola, mereka bergerak vertikal dan berlari ke ruang kosong."
"Dengan teknik itu, mereka jelas menimbulkan masalah bagi Atalanta, yang sedikit ceroboh dan ofensif, mengira mereka menghadapi tim yang begitu kuat," imbuh Capello.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang