Gabriel Palmero Tinggalkan Malaysia, Putusan CAS Jadi Pemicu

Timnas Malaysia, Kuching City FC, pemain naturalisasi Malaysia, Gabriel Palmero Tinggalkan Malaysia, Putusan CAS Jadi Pemicu

Pemain naturalisasi Timnas Malaysia, Gabriel Palmero, dipastikan meninggalkan Malaysia dan kembali ke negara asalnya, Spanyol.

Keputusan tersebut muncul setelah keluarnya putusan dari Court of Arbitration for Sport (CAS) terkait kasus naturalisasi pemain Timnas Malaysia.

Meski sebelumnya disebut sebagai warga negara Malaysia, Palmero memilih pulang ke Spanyol setelah sanksi dijatuhkan.

Putusan itu membuat masa depan sang pemain di Malaysia menjadi tidak jelas.

Kabar kepulangan Palmero disampaikan oleh Presiden Kuching City FC, Datuk Fazzrudin Abdul Rahman, dalam wawancara dengan media lokal Malaysia.

Ia menjelaskan bahwa keputusan tersebut sudah dibicarakan antara klub dan pemain sejak awal.

Menurut Fazzrudin, situasi itu merupakan risiko dari kasus yang sedang dihadapi para pemain naturalisasi Malaysia.

Dampak Putusan CAS bagi Pemain

Putusan dari CAS memperbolehkan tujuh pemain terkait kasus ini untuk tetap berlatih.

Namun, mereka tidak diizinkan tampil pada pertandingan resmi, baik untuk klub maupun tim nasional.

Selain larangan tampil di level klub, masa depan mereka bersama Timnas Malaysia juga dipastikan berakhir.

Hal tersebut ditegaskan oleh AFC melalui Sekretaris Jenderal Windsor John.

Federasi tersebut menilai para pemain tersebut tidak memenuhi syarat untuk memperkuat Malaysia di level internasional.

Timnas Malaysia, Kuching City FC, pemain naturalisasi Malaysia, Gabriel Palmero Tinggalkan Malaysia, Putusan CAS Jadi Pemicu

Timnas Malaysia mencatatkan kemenangan telak 4-0 atas Vietnam pada laga kedua Grup F Kualifikasi Piala Asia 2027 di Stadion Nasional Bukit Jalil, Rabu (12/6/2025) malam

Meski demikian, mereka masih dapat bertahan bersama klub masing-masing selama masa hukuman berjalan.

"Jadi, risikonya telah dibahas dan tentu saja undangan kami sebanding dengan risiko tersebut."

"Jadi ketika masalah ini (putusan CAS) terjadi, kami mendiskusikannya dengannya."

"Dan Palmero mengerti dan selalu antusias untuk melayani Kuching City di masa depan," kata Fazzrudin.

Kuching City Buka Pintu untuk Masa Depan

Pihak Kuching City memilih memulangkan Palmero ke Spanyol selama masa skorsing berjalan.

Keputusan itu diambil karena klub tidak dapat menurunkannya dalam pertandingan resmi.

Meski demikian, Fazzrudin menyebut pintu klub tetap terbuka jika sang pemain ingin kembali setelah hukuman selesai.

"Saya menyarankan dia untuk terus berlatih karena 12 bulan bukanlah waktu yang lama," katanya Fazzrudin melanjutkan.

"Saya juga memberitahunya bahwa kami selalu terbuka untuk menerimanya kembali setelah masa skorsing berakhir."

Fazzrudin juga menilai kepergian Palmero tidak akan banyak memengaruhi komposisi tim.

Kuching City masih memiliki pemain lain dengan kualitas serupa untuk menjaga keseimbangan skuad.

"Dia memberikan kedalaman lebih pada tim, sehingga ketika kami menurunkan sebelas pemain inti dan menggantinya dengan pemain pengganti, kualitas (tim) tetap sama."

Kasus ini diperkirakan menjadi awal kepulangan beberapa pemain naturalisasi Malaysia ke negara asal masing masing setelah keputusan hukum internasional tersebut keluar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang