Jelang Derbi Milan, Wesley Sneijder Kenang Debut Era Jose Mourinho

Liga Italia, Milan, Inter, Wesley Sneijder, Real Madrid, Jose Mourinho, Barcelona, Inter Milan, Jelang Derbi Milan, Wesley Sneijder Kenang Debut Era Jose Mourinho

 Tensi tinggi menyelimuti panggung Liga Italia (Serie A) 2025-2026 saat AC Milan dan Inter bersiap melakukan bentrokan dalam tajuk Derbi Milan di San Siro, Senin (9/3/2026) pukul 02.45 WIB.

Pertandingan pekan ke-28 Liga Italia 2025-2026 ini diprediksi akan menjadi salah satu laga pembuktian antara dua tim dari kota Milan.

Legenda Inter, Wesley Sneijder, memberikan analisis mendalam mengenai jalannya Derbi Milan kali ini.

Mengingat posisi Nerazzurri yang tengah memimpin klasemen dengan selisih 10 poin atas rival sekotanya, Sneijder menekankan bahwa atmosfer di stadion akan sangat berpengaruh terhadap mentalitas para pemain di lapangan.

Sneijder mengenang kembali momen bersejarah dalam kariernya saat baru saja didatangkan dari Real Madrid pada Agustus 2009.

Tanpa waktu adaptasi yang lama, pelatih legendaris Jose Mourinho langsung memercayakannya tampil sebagai pemain inti dalam pertandingan besar.

“Saya baru saja turun dari pesawat pada akhir Agustus 2009, ketika José berkata kepada saya: 'Kamu akan bermain melawan Milan.' Berapa banyak orang lain yang akan melakukan itu? Pertandingan berakhir 4-0 untuk kami. Rasanya seperti saya sudah mengenal Milito dan Eto'o sepanjang hidup saya,” kata Sneijder dikutip dari Football Italia.

Baginya, pertandingan ini memiliki keunikan yang tidak ditemukan di klub besar lain seperti Man City atau dalam laga Clasico lainnya.

Ia menjelaskan betapa besarnya makna persaingan ini bagi para pendukung.

“Pertama-tama, ini bukan sekadar derbi, ini adalah derbi yang sesungguhnya. Di San Siro, Anda bisa merasakan beban sejarah," ungkap Wesley Sneijder.

"Saya pernah menonton Real Madrid-Barcelona, yang merupakan clasico global yang melibatkan berbagai kota, dan Galatasaray-Fenerbahce, yang membuat Istanbul gila, tetapi fakta bahwa tim sebesar Milan dan Inter berbagi stadion yang sama selalu… luar biasa! Dan musim ini derby bahkan bisa menentukan Scudetto yang sepenuhnya layak."

"Ini tidak seperti dua tahun lalu ketika Nerazzurri secara matematis merayakan gelar di kandang Milan, tetapi jika Cristian mencetak +13 poin, siapa yang mungkin bisa mengejarnya?” lanjutnya.

Liga Italia, Milan, Inter, Wesley Sneijder, Real Madrid, Jose Mourinho, Barcelona, Inter Milan, Jelang Derbi Milan, Wesley Sneijder Kenang Debut Era Jose Mourinho

Christian Pulisic (kiri) dan Nicolo Barella (kanan) bersaing memperebutkan bola dalam pertandingan sepak bola Serie A Liga Italia antara Inter Milan vs AC Milan di Stadion San Siro di Milan, Italia utara, pada 23 November 2025. (Foto oleh Marco BERTORELLO / AFP)

Piotr Zielinski sebagai Sosok Kunci

Menjelang pertemuan malam ini, Sneijder menunjuk Piotr Zielinski sebagai pemain yang paling berpengaruh dalam skema permainan Inter Milan saat ini.

Menurutnya, kemampuan Zielinski dalam menjaga keseimbangan lini tengah menjadi pembeda yang signifikan dibandingkan musim sebelumnya.

“Milan adalah tim yang cerdas. Mereka memiliki karakter seperti pelatih mereka. Mereka tahu bagaimana cara bertahan, menunggu Anda, dan menghukum Anda."

"Mereka memiliki gelandang seperti Rabiot, tetapi Inter lebih unggul dalam penguasaan bola. Calhanoglu sudah kembali sekarang, tetapi pemain kunci musim ini adalah Zielinski."

"Musim lalu, saya terus bertanya pada diri sendiri 'mengapa dia tidak bermain?' Sekarang, sebaliknya, bola selalu melewati dia,” tegas Sneijder.

Analisis Taktis Pazzini dan Vieri

Selain Sneijder, mantan penyerang Giampaolo Pazzini juga memberikan prediksinya.

Ia memperkirakan bahwa laga antara AC Milan dan sang rival tidak akan berjalan terlalu terbuka sejak menit awal, melainkan akan lebih banyak diwarnai oleh kehati-hatian taktis.

“Derby selalu luar biasa, tetapi saya memprediksi ini tidak akan jadi pertandingan yang spektakuler. Kedua tim akan berhati-hati, mungkin mereka akan mengambil risiko di babak kedua karena keduanya ingin menang. Secara umum, saya mengharapkan derby yang taktis,” papar Pazzini.

Sejalan dengan hal tersebut, Christian Vieri menilai dominasi sang pemuncak klasemen saat ini sudah sangat sulit untuk dibendung oleh tim manapun di liga domestik.

“Tidak ada pemain Inter yang ingin mengatakan apa pun karena mereka tidak ingin membawa nasib buruk, tetapi dengan 10 pertandingan tersisa, tidak akan ada tim yang mampu mengejar tim ini, yang praktis selalu menang melawan tim-tim yang lebih kecil,” tutur Vieri.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang