Como Kesulitan, Fabregas Picu Polemik, Tuduh Cagliari Tak Siram Lapangan

Cesc Fabregas, Como, Cagliari vs Como, Liga Italia, Serie A, Como Kesulitan, Fabregas Picu Polemik, Tuduh Cagliari Tak Siram Lapangan

Komentar pelatih Como, Cesc Fabregas, kembali memicu polemik di Liga Italia. Ia menuding lapangan Cagliari tak disiram dan membiarkan rumput tumbuh tinggi.

Laga tersulit musim ini, itulah komentar Cesc Fabregas ketika memimpin Como memetik kemenangan 2-1 di markas Cagliari.

Laga Cagliari vs Como yang masuk rangkaian pekan ke-28 Liga Italia digelar di Stadion Unipol Domus, Sabtu (7/3/2026).

Kemenangan Como dipastikan oleh gol Martin Baturina (14') dan Lucas Da Cunha (76'). Di sisi lain, satu gol Cagliari muncul berkat kontribusi Sebastiano Esposito (56').

Usai laga, peracik taktik Como, Cesc Fabregas, membuat tudingan serius kepada kubu tuan rumah.

"Cagliari ingin bermain dengan cara tertentu. Mereka tidak menyiram lapangan, mereka membiarkan rumput setinggi satu meter. Mereka ingin membuat Anda terlihat hebat, mulai memainkan bola ke dalam, lalu menghancurkan Anda lewat serangan balik," ujar Fabregas dilansir dari Calciomercato.

"Kami justru mempersiapkan pertandingan dengan cara yang sepenuhnya berlawanan, bermain dengan cara yang sama seperti yang mereka inginkan. Kami memilih untuk tidak bermain seperti biasanya. Dan menurut saya itu berjalan sangat baik."

"Karena itu saya senang bisa terus menemukan pilihan yang tepat untuk memenangkan pertandingan. Jika lawan ingin menyakiti Anda dengan satu cara, maka Anda menyakiti mereka dengan cara yang sama," tutur pelatih asal Spanyol tersebut.

Bantahan dari Pelatih Cagliari

Tudingan Cesc Fabregas tersebut langsung direspons oleh pelatih Cagliari, Fabio Pisacane.

“Tidak, tentu saja lapangan bukan senjata taktis," ujar Pisacane dilansir dari Tuttomercatoweb.

"Saya mengenal Fabregas dan saya tahu dia menginginkan kondisi rumput yang berbeda, tetapi itu sama sekali bukan sesuatu yang disengaja."

"Kami juga sudah tidak terbiasa lagi bermain pukul 15.00, sementara Como justru terbiasa,” katanya menjelaskan.

Terlepas dari ujian sulit di markas Cagliari, Como racikan Fabregas tetap mampu membawa pulang poin sempurna.

Cesc Fabregas, Como, Cagliari vs Como, Liga Italia, Serie A, Como Kesulitan, Fabregas Picu Polemik, Tuduh Cagliari Tak Siram Lapangan

Penyerang Juventus, Kenan Yildiz, berebut bola dengan bek Como, Ivan Smolcic, pada laga Serie A Italia antara Juventus dan Como di stadion Allianz di Turin pada 21 Februari 2026.

Como di Atas Juventus

Como pun terus meramaikan persaingan papan atas klasemen Liga Italia Serie A. Il Lariani saat ini menduduki peringkat lima dengan koleksi 51 poin dari 28 kali bertanding.

Anak asuh Fabregas persis satu tingkat di atas raksasa Italia, Juventus, yang menuai 50 angka.

"Mentalitas untuk mampu beradaptasi dengan setiap situasi inilah yang memberi kami hasil hari ini. Ini adalah sebuah perkembangan," ujar Fabregas usai laga melawan Cagliari.

"Hari ini adalah pertandingan paling sulit musim ini. Kredit untuk Pisacane atas pekerjaan luar biasa yang sedang ia lakukan, timnya memiliki identitas. Ia akan melangkah jauh dan saya ikut senang untuknya,” ucapnya memberikan pujian untuk lawan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang