Sedang Tidur, Wagiyo Kaget Macan Tutul Nyelonong Masuk Rumah

Karanganyar, BKSDA, Jawa Tengah, Sedang Tidur, Wagiyo Kaget Macan Tutul Nyelonong Masuk Rumah

Wagiyo (54), warga Desa Sepanjang, Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar, menceritakan pengalamannya setelah rumahnya dimasuki seekor macan tutul. 

Peristiwa itu terjadi pada Selasa (3/3/2026) dini hari dan sempat membuat keluarganya terkejut.

Menurut Wagiyo, keberadaan satwa liar tersebut pertama kali diketahui oleh anaknya yang baru turun dari mobil. 

Rumah mereka memang berada di tepi tebing dan berbatasan langsung dengan kawasan hutan lereng Gunung Lawu.

Anaknya segera membangunkan Wagiyo setelah melihat macan tutul berada di sekitar rumah. Mendengar kabar tersebut, ia langsung keluar untuk memastikan.

"Nyari-nyari enggak ada saya. Sorot-sorot. Ini sudah enggak ada," ujarnya kepada Kompas.com.

"Ke bawah situ, ke kandang kambing, ke sebelahnya. Kandang sapi terus ke belakang rumah itu, enggak ada (macan tutulnya)," sambung Wagiyo.

Setelah tidak menemukan hewan tersebut, Wagiyo melanjutkan aktivitasnya untuk sahur dan pergi ke masjid. Ia bahkan sempat menuju ladang untuk mencari rumput seperti biasa.

Namun, saat berada di ladang, ia menerima kiriman foto dan video yang memperlihatkan macan tutul berada di sekitar rumahnya.

"Setelah saya di ladang, saya di rumput lagi. Ternyata saya itu dikirimi (foto)," kata Wagiyo.

"Loh, ini kok di (rumah) saya, saya langsung pulang," tambahnya.

Di area rumahnya, Wagiyo juga menemukan bekas jejak kaki yang diduga milik macan tutul. Foto-foto jejak tersebut kemudian beredar di kalangan warga sekitar.

Proses Penangkapan dan Evakuasi Macan Tutul

Setelah macan tutul terlihat berada di area permukiman, tim gabungan dari BPBD Karanganyar, BKSDA Jawa Tengah, dan Polsek Karanganyar langsung melakukan pemantauan di sekitar rumah Wagiyo.

Sekitar pukul 15.00 WIB, tim dari Solo Safari tiba di lokasi untuk menyiapkan proses evakuasi. 

Mereka membawa sejumlah perlengkapan serta obat bius guna melumpuhkan satwa tersebut.

Lima menit kemudian, dua petugas Solo Safari mendekati area tebing di samping rumah Wagiyo untuk memastikan posisi macan tutul. 

Setelah titik keberadaannya diperkirakan, warga sekitar diminta masuk ke rumah masing-masing sebagai langkah pengamanan.

Sekitar pukul 15.25 WIB, macan tutul berhasil dilumpuhkan dengan tembakan obat bius. 

Satwa itu kemudian diamankan menggunakan jaring sebelum dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.

Macan Tutul Dibawa ke Solo Safari

Menjelang pukul 15.55 WIB, macan tutul dimasukkan ke dalam kandang khusus dan selanjutnya dibawa ke Solo Safari untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Proses pelumpuhan dilakukan dengan obat bius dibantu sejumlah personel kepolisian dan TNI.

Macan tutul sempat ditempatkan sementara di sebuah gerai minuman milik warga sebagai langkah antisipasi jika efek obat bius habis sebelum akhirnya dibawa ke fasilitas konservasi.

Kepala Balai KSDA Jawa Tengah, Dyah Sulistyari, melalui Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Surakarta, Sudadi, menyampaikan bahwa penyebab kemunculan macan tutul di permukiman masih dalam pemantauan. 

Ada dugaan kemunculan ini berkaitan dengan peristiwa kematian dua kambing milik warga di Jatiyoso.

"Kemunkinan itu ya. Masih memungkinkan bahwa masih di situ habitatnya," tandas Sudadi.

Sementara itu, Kepala BPBD Karanganyar Hendro Prayitno menyampaikan apresiasinya atas kerja sama warga dan petugas dalam proses evakuasi.

"Alhamdullilah dengan semangat masyarakat di sekitar sudah kita eksekusi," imbuh Hendro di lokasi kejadian.

"Dibius, bukan ditembak. Dibius hanya untuk sementara. Ternyata hanya satu (ekor)," pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang